ALMI Belum Temukan Investor, Upaya Penuhi Free Float Masih Terkendala

- Selasa, 21 April 2026 | 14:15 WIB
ALMI Belum Temukan Investor, Upaya Penuhi Free Float Masih Terkendala

Hingga saat ini, upaya PT Alumindo Light Metal Industry Tbk (ALMI) untuk menemukan investor baru ternyata belum membuahkan hasil. Perusahaan dari Maspion Group itu mengaku masih terus menjajaki berbagai opsi, meski kesepakatan konkret dengan calon mitra belum juga tercapai.

Kondisi ini tentu jadi perhatian serius. Pasalnya, ALMI masih berusaha memulihkan diri dari efek suspensi saham yang dijatuhkan Bursa Efek Indonesia (BEI). Penyebabnya klasik: aturan kepemilikan saham publik atau free float mereka belum terpenuhi.

Windy Brigitta Carp, yang menjabat sebagai Pjs Corporate Secretary, mengonfirmasi hal ini lewat keterbukaan informasi ke BEI, Selasa (21/4/2026).

"Sampai saat ini perseroan masih terus menjajaki upaya terbaik untuk memenuhi ketentuan free float," ujarnya.

Dia menambahkan, pendekatan ke sejumlah investor memang sudah dilakukan. Namun begitu, belum ada yang benar-benar cocok. "Perseroan dan pemegang saham pengendali masih memerlukan waktu dan upaya yang paling tepat," jelas Windy.

Menurut sejumlah saksi, prosesnya memang berjalan, meski lambat. Ada dua pihak yang sempat menunjukkan minat. Yang pertama berasal dari China. Negosiasi dengan investor asal Tirai Bambu itu disebut sudah mencapai progres sekitar 40 persen, masih dalam tahap penjajakan awal.

Di sisi lain, ada juga investor lokal yang tertarik. Untuk yang satu ini, pembahasan terasa lebih lanjut. Perseroan menyebut negosiasi dengan calon investor strategis jangka panjang ini sudah mencapai 50 persen. Mereka menekankan, investor ini tidak terafiliasi dengan perusahaan.

"Dalam hal perseroan telah menemukan cara terbaik yang dianggap tepat dalam memenuhi ketentuan free float, maka perseroan akan segera menyampaikan informasi tersebut dengan penjelasan detail kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama OJK BEI dan publik," tegas Windy.

Masalah free float ini bukan perkara sepele bagi ALMI. BEI telah menghentikan perdagangan sahamnya sejak akhir Oktober 2024 nyaris dua tahun lalu. Sahamnya dibekukan di seluruh pasar. Dan situasi ini berlarut-larut.

Data terakhir memperlihatkan betapa parahnya kondisi kepemilikan saham publik mereka. Porsi free float ALMI hanya menyentuh 2,5 persen. Jauh dari ketentuan yang berlaku.

Pengendali utama saham ALMI adalah PT Alim Investindo, dengan kepemilikan sekitar 15,72 persen. Di baliknya, ada nama besar Alim Markus, bos Maspion Group, sebagai penerima manfaat akhir. Situasi ini jelas membutuhkan solusi segera, namun jalan keluar tampaknya masih panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar