Dini hari yang sunyi di Maros kembali dipecahkan oleh aksi brutal. Sekelompok geng motor, lengkap dengan senjata tajam, meneror sebuah warung makan di Kecamatan Lau. Peristiwa ini terjadi Senin lalu, tepatnya sekitar pukul dua pagi.
Menurut kesaksian, sekitar sepuluh orang datang berkonvoi. Mereka semua bermasker. Yang bikin merinding, beberapa dari mereka membawa samurai yang diseret di aspal, bunyinya mengiris kegelapan. Ada juga yang membawa busur panah. Suasana mencekam langsung menyergap.
Ferry Ardiansyah, pemilik warung, mengaku kalau dirinya sempat panik. Begitu melihat rombongan itu mendekat, ia buru-buru menutup warungnya. Tindakan spontan untuk menghindari hal yang lebih buruk.
"Sepuluh orang pakai masker bawa samurai diseret di aspal," ujarnya, masih terdengar bergetar.
Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan aksi mereka yang agresif. Kelompok itu bergerak liar di Jalan Poros Lingkungan Barandasi. Tak cuma mengintimidasi, mereka juga merusak. Spanduk warung disobek-sobek. Sebuah motor yang terparkir di depan warung sampai ditendang-tendang.
Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Tapi, rasa aman warga jelas terkoyak. Kekhawatiran itu nyata dan menggantung. Ferry sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat.
"Sudah lapor ke Polsek," tegasnya.
Sampai saat ini, polisi masih mendalami kasus ini. Penyidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku yang masih berkeliaran. Warga pun menunggu, berharap aksi premanisme seperti ini tidak terulang lagi.
Artikel Terkait
Wali Kota Makassar Larang Pungutan Biaya Perpisahan Sekolah, Ancaman Sanksi untuk Kepsek
Hari Kartini Diperingati, Semangat Emansipasi Perempuan Tetap Berkobar
Bone Berpeluang Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Catur Tingkat Sulsel
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Kartini Lewat Unggahan Instagram