Kisah Pagi di Kotagede: Sebuah Kenangan yang Tak Terlupakan
Pagi itu, saya benar-benar kesiangan. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas dua, di SD Muhammadiyah Bodon. Sekolah itu letaknya tak jauh dari rumah, kira-kira cuma 300 meter. Tapi ya, namanya juga anak kecil, tiga ratus meter terasa seperti jarak yang amat jauh ketika waktu sudah mepet.
Saya pun memutuskan untuk berlari. Kaki kecil ini menyusuri jalan kampung, berusaha mengejar waktu. Di tengah jalan, saya melihat seorang bapak-bapak yang sedang bersepeda. Entah kenapa, tanpa pikir panjang saya terus berlari di belakang sepedanya, berharap bisa sampai lebih cepat.
Melihat saya yang terengah-engah, bapak itu rupanya iba. Dia menghentikan sepedanya dan menyuruh saya naik. Saya dibonceng dengan hati-hati.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026