MADRID Barcelona benar-benar hancur. Di Wanda Metropolitano, Jumat dini hari tadi, mereka dibantai Atletico Madrid dengan skor telak 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Hasil memilukan ini nyaris memastikan mimpi buruk bagi Blaugrana: gelar juara yang mereka raih musim lalu hampir pasti tak bisa dipertahankan.
Bayangkan saja, untuk bisa membalikkan keadaan, Flick dan anak-anak asuhnya harus menang dengan selisih besar di Camp Nou nanti. Tantangannya luar biasa berat. Mereka dituntut tampil sempurna, tanpa cela, di kandang sendiri. Peluang ke final? Sekarang cuma tinggal secercah harapan.
Hansi Flick, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia mengakui performa timnya, terutama di babak pertama, jauh dari kata memadai. Menurutnya, formasi tim buyar. Jarak antar lini terlalu lebar, pressing yang jadi andalan pun tak berjalan sama sekali.
“Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama, kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan pressing. Dan dalam 45 menit pertama kami belajar pelajaran besar,” ujar Flick.
Dia masih mencoba optimis, meski terdengar dipaksakan.
“Akhirnya lebih baik. Kami masih punya dua babak lagi dan kami akan berjuang. Jika kami menang 2-0 di setiap babak… kami akan membutuhkan para penggemar di kandang.”
Sebenarnya, Barcelona sempat bernafas lega. Pau Cubarsi berhasil membobol gawang Atletico di babak kedua. Tapi, kegembiraan itu pupus setelah VAR melakukan pemeriksaan yang terasa sangat lama sekitar delapan menit! sebelum akhirnya membatalkan gol itu. Keputusan itu langsung memicu protes keras dari bangku cadangan Barcelona.
Artikel Terkait
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
AS Roma Minat Rekrut Mohamed Salah, Syaratnya Potong Gaji Drastis
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi