Barcelona Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey

- Jumat, 13 Februari 2026 | 07:20 WIB
Barcelona Dibantai Atletico Madrid 0-4 di Semifinal Copa del Rey

MADRID Barcelona benar-benar hancur. Di Wanda Metropolitano, Jumat dini hari tadi, mereka dibantai Atletico Madrid dengan skor telak 0-4 pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Hasil memilukan ini nyaris memastikan mimpi buruk bagi Blaugrana: gelar juara yang mereka raih musim lalu hampir pasti tak bisa dipertahankan.

Bayangkan saja, untuk bisa membalikkan keadaan, Flick dan anak-anak asuhnya harus menang dengan selisih besar di Camp Nou nanti. Tantangannya luar biasa berat. Mereka dituntut tampil sempurna, tanpa cela, di kandang sendiri. Peluang ke final? Sekarang cuma tinggal secercah harapan.

Hansi Flick, sang pelatih, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dia mengakui performa timnya, terutama di babak pertama, jauh dari kata memadai. Menurutnya, formasi tim buyar. Jarak antar lini terlalu lebar, pressing yang jadi andalan pun tak berjalan sama sekali.

“Kami tidak bermain dengan baik di babak pertama, kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan pressing. Dan dalam 45 menit pertama kami belajar pelajaran besar,” ujar Flick.

Dia masih mencoba optimis, meski terdengar dipaksakan.

“Akhirnya lebih baik. Kami masih punya dua babak lagi dan kami akan berjuang. Jika kami menang 2-0 di setiap babak… kami akan membutuhkan para penggemar di kandang.”

Sebenarnya, Barcelona sempat bernafas lega. Pau Cubarsi berhasil membobol gawang Atletico di babak kedua. Tapi, kegembiraan itu pupus setelah VAR melakukan pemeriksaan yang terasa sangat lama sekitar delapan menit! sebelum akhirnya membatalkan gol itu. Keputusan itu langsung memicu protes keras dari bangku cadangan Barcelona.

Flick pun tak tinggal diam. Dia dengan sinis menyindir kinerja VAR dan kepemimpinan wasit yang dianggapnya amburadul. Baginya, segalanya sudah salah sejak awal. Kartu kuning yang tidak diberikan pada aksi pertama terhadap Balde, misalnya, dianggapnya sebagai titik balik.

“Tentu saja. Semuanya akan berbeda jika dia menunjukkannya. Dengan tidak melakukannya, Anda mengundang mereka untuk bermain seperti ini,” sindirnya.

Soal proses anulasi gol yang berlarut-larut, Flick jelas geram. “Ini kacau. Mereka harus menunggu tujuh menit, ayolah. Mereka menemukan sesuatu dalam tujuh menit itu? Oke. Ketika saya melihat situasi ini, jelas tidak offside. Mungkin mereka melihat sesuatu yang berbeda. Lalu beri tahu kami. Tidak ada komunikasi. Ini sangat buruk di sini.”

Namun begitu, di tengah kekecewaan yang mendalam, Flick menolak mencari kambing hitam. Dia tak mau menyalahkan para pemainnya yang sudah berjuang keras sepanjang musim yang penuh cedera ini.

“Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim tim ini. Kami mengalami banyak cedera. Kekalahan juga bagian dari permainan,” katanya, mencoba bersikap realistis.

“Itu kekalahan yang menyakitkan, tetapi saya bangga dengan tim. Kami harus belajar dari pelajaran ini. Mereka lebih lapar untuk mencetak gol. Dan itu yang saya inginkan. Kami tidak melakukannya dalam 45 menit pertama. Tim ini masih muda, tetapi saya tidak mencari alasan.”

Kini, puing-puing kekalahan 0-4 itu harus segera dibenahi. Tekanan untuk leg kedua sudah menumpuk. Barcelona tak punya pilihan lain: menang besar atau tersingkir dengan rasa malu. Semua mata akan tertuju pada Camp Nou, menanti keajaiban yang hampir mustahil.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar