murianetwork.com - Akhir tahun menjadi masa dimana banyak emiten mulai memoles catatan kinerja portofolio-nya. Ini di pasar saham disebut dengan istilah Window Dressing. Menanggapi fenomena tersebut para trader bisa mengamati saham di LQ45.
Window dressing merupakan fenomena mempercantik kinerja portofolio yang biasa dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) dengan tujuan untuk “memikat” para investor.
Pada umumnya window dressing terjadi pada akhir setiap kuartal, namun di Indonesia window dressing terkuat terjadi pada akhir kuartal IV atau akhir tahun.
Baca Juga: Korea Selatan Dihadapkan Situasi Populasi Yang Terancam
"Salah satu efek yang terjadi dari adanya fenomena ini ialah terjadinya peningkatan harga saham yang cukup signifikan pada bulan Desember," ungkap Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna, Jumat (22/12/2023).
Fenomena window dressing ini biasanya dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mendapatkan keuntungan.
Komentar
Artikel Terkait
Petrosea Akuisisi Mayoritas Saham Perusahaan Jasa Pelabuhan Vista Maritim Asia
Samindo Resources Pacu Target Overburden Removal ke 34,5 Juta BCM pada 2026
InJourney Airports Borong 32 Penghargaan Kepuasan Penumpang ACI 2025
Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Euforia Teknologi AI