Malam Kelam Audero di Turin, Juventus Gila-gilaan Bantai Cremonese 5-0

- Selasa, 13 Januari 2026 | 07:00 WIB
Malam Kelam Audero di Turin, Juventus Gila-gilaan Bantai Cremonese 5-0

Malam itu di Turin, Emil Audero seolah tak punya jawaban. Di bawah mistar gawang Cremonese, dia hanya bisa menyaksikan Juventus menggila. Skor akhir 5-0 untuk tuan rumah berbicara segalanya, sebuah kekalahan telak yang menyisakan luka.

Dominasi Juventus terasa sejak peluit awal dibunyikan. Serangan demi serangan dilancarkan ke pertahanan Cremonese, memaksa Audero bekerja ekstra keras. Kiper berdarah Indonesia itu tampak sibuk, namun upayanya seperti tak berarti menghadapi gelombang serangan Bianconeri yang terus menerus.

Gol pertama justru lahir dari situasi yang agak beruntung. Tendangan bebas Juventus sempat dibuang, lalu disambar voli keras Fabio Miretti. Bola yang melayang liar itu mengenai kepala Bremer dan berbelok arah secara tiba-tiba. Audero, yang sudah bergerak, hanya bisa terdiam melihat bola masuk ke jaring.

Cremonese sempat mencoba bangkit, mencari gol penyama. Tapi itu malah jadi bumerang. Ruang kosong di belakang mereka dieksploitasi Juventus dengan sempurna lewat serangan balik kilat. Khephren Thuram membawa bola dari area sendiri, lalu mengirim umpan matang untuk Jonathan David. Striker itu dengan dingin mengecoh Audero dan menggandakan keunggulan.

Kemudian, drama terjadi. Wasit awalnya memberi Cremonese penalti, membangkitkan harapan. Namun, setelah dilihat ulang oleh VAR, keputusannya dibatalkan. Manuel Locatelli dianggap menyentuh bola lebih dulu. Pelatih Cremonese, Davide Nicola, memprotes keras hingga harus menerima kartu merah.

Ironisnya, tak lama berselang, giliran Juventus yang dapat penalti akibat handball. Eksekusi Kenan Yildiz mental dari tiang, tapi bola jatuh tepat di kakinya lagi. Sentuhan ringan Audero pada tembakan awal ternyata tak cukup; Yildiz menyambar rebound dan skor menjadi 3-0.

Memasuki babak kedua, keadaan tak membaik. Juventus malah makin menggila. Fabio Miretti lagi-lagi berperan, kali ini dengan umpan terobosan tajam untuk Weston McKennie. Gelandang Amerika itu melewati Audero dan, meski sudutnya sempit, berhasil menceploskan bola ke gawang. Sebuah upaya penyelamatan bek lawan pun tak mampu menghalanginya.

Tekanan terus berlanjut. Audero masih harus menghadapi tembakan keras Yildiz dan sundulan McKennie. Tapi pukulan terakhir datang tak terelakkan. McKennie menyelesaikan malam spektakulernya dengan menyundul umpan silang Pierre Kalulu, menggenapkan penderitaan Cremonese menjadi lima gol tanpa balas.

Kemenangan besar ini mengangkat Juventus ke 39 poin, menyamai AS Roma dan Napoli. Ketiganya kini berjejal di posisi ketiga hingga kelima klasemen. Di sisi lain, bagi Emil Audero dan Cremonese, ini adalah malam kelam yang harus segera dilupakan. Perjalanan pulang dengan membawa lima gol kebobolan tentu terasa sangat berat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar