Kemenangan Ratchaburi atas Persib Dinodai Komentar Rasis ke Bek Gabriel Mutombo

- Jumat, 13 Februari 2026 | 02:00 WIB
Kemenangan Ratchaburi atas Persib Dinodai Komentar Rasis ke Bek Gabriel Mutombo

MURIANETWORK.COM - Kemenangan Ratchaburi FC atas Persib Bandung dengan skor 3-0 pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two ternoda oleh isu rasial. Bek tengah Ratchaburi, Gabriel Mutombo, dilaporkan menerima komentar bernada rasis melalui akun Instagram pribadinya pascapertandingan. Insiden ini kembali memantik sorotan terhadap persoalan diskriminasi dalam sepak bola, khususnya di ranah media sosial yang kerap menjadi ruang bagi ujaran kebencian.

Kemenangan yang Dikotori Komentar Diskriminatif

Atmosfer panas laga internasional di stadion rupanya berlanjut ke jagat maya dengan cara yang memprihatinkan. Tak lama setelah pertandingan yang dimenangkan wakil Thailand itu, Gabriel Mutombo menjadi sasaran serangan verbal dari sejumlah akun media sosial. Beberapa tangkapan layar yang beredar luas menunjukkan komentar-komentar tidak pantas yang jelas mengarah pada unsur diskriminasi rasial.

Merasa dirugikan, Mutombo pun membagikan ulang salah satu komentar tersebut melalui fitur Instagram Story. Ia menyertakan pesan singkat yang tegas.

“Ini hanya sepak bola,” tulisnya, seraya memberi pesan agar sportivitas tetap dijaga.

Dominasi di Lapangan Berbanding Terbalik dengan Aksi di Media Sosial

Di atas rumput hijau, Ratchaburi tampil dominan sejak menit awal. Persib Bandung yang datang dengan ambisi justru kesulitan mengimbangi tempo permainan tuan rumah. Tiga gol tanpa balas menjadi modal berharga bagi klub asal Thailand itu untuk menatap leg kedua. Namun, alih-alih fokus membahas taktik dan performa tim, perhatian publik justru tersedot pada insiden di luar lapangan yang jauh lebih kelam.

Dugaan komentar rasis yang diterima Mutombo memicu reaksi beragam dari netizen. Banyak suporter, termasuk dari Indonesia, secara spontan mengecam tindakan tersebut dan menyerukan pentingnya menjaga sportivitas, menunjukkan bahwa kebencian bukanlah cerminan dari mayoritas pendukung sepak bola.

Ironi Latar Belakang Mutombo yang Pernah Dikaitkan dengan Persib

Situasi ini terasa semakin ironis mengingat nama Gabriel Mutombo sempat dikabarkan masuk radar Persib Bandung pada awal musim 2025/2026. Saat itu, isu kepindahannya cukup ramai diperbincangkan di kalangan suporter. Namun pada akhirnya, pemain bertahan tersebut memilih melanjutkan kariernya bersama Ratchaburi.

Latar belakang ini membuat insiden komentar rasis semakin disayangkan. Sejumlah pengamat menilai, insiden semacam ini justru sering kali berasal dari oknum yang tidak mewakili suporter sejati, namun dampaknya merusak untuk semua pihak.

Luka Lama Sepak Bola di Era Digital

Fenomena serangan rasis di media sosial, sayangnya, bukanlah hal baru dalam dunia sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemain dari berbagai liga dunia mengalami perlakuan serupa, baik saat menang maupun kalah. Media sosial yang seharusnya menjadi ruang interaksi positif kerap disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melampiaskan kebencian dengan anonimitas.

Meski federasi sepak bola internasional terus menggencarkan kampanye anti-rasisme, praktik buruk ini masih kerap muncul. Banyak yang menilai perlu adanya sinergi dan langkah tegas yang lebih konkret dari platform digital bersama otoritas sepak bola untuk menindak tegas akun-akun penyebar ujaran kebencian, sekaligus memperkuat edukasi kepada komunitas suporter.

Pengingat untuk Menjaga Martabat Olahraga

Insiden yang menimpa Gabriel Mutombo sekali lagi berfungsi sebagai pengingat keras. Sepak bola adalah olahraga yang seharusnya mempersatukan, di mana rivalitas antarklub semestinya berhenti ketika peluit panjang dibunyikan. Kemenangan dan kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari kompetisi, tetapi nilai sportivitas dan saling menghormati harus tetap menjadi prinsip yang tak tergoyahkan.

Kampanye “Kick Out Racism” yang digaungkan di berbagai kompetisi internasional kembali menemukan relevansinya, terutama di tengah maraknya interaksi digital yang rentan disusupi kebencian. Sementara Ratchaburi fokus menatap leg kedua dengan keunggulan agregat, dunia sepak bola Asia kembali diingatkan untuk bersama-sama membersihkan noda diskriminasi yang terus mengancam martabat olahraga ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar