Gubernur DKI Janjikan Dukungan Penuh untuk Pertahankan Gelar Juara Karate pada PON 2028

- Rabu, 11 Februari 2026 | 18:15 WIB
Gubernur DKI Janjikan Dukungan Penuh untuk Pertahankan Gelar Juara Karate pada PON 2028

MURIANETWORK.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung prestasi olahraga, khususnya karate. Pernyataan ini disampaikan usai FORKI DKI Jakarta dinobatkan sebagai juara umum PON Bela Diri 2025 di Kudus. Dalam acara pelantikan pengurus FORKI DKI Jakarta periode 2025–2029 di Balai Agung, Rabu (11/2/2026), Pramono mendorong agar prestasi ini menjadi modal untuk mempertahankan gelar pada PON 2028 mendatang.

Apresiasi dan Tantangan ke Depan

Di hadapan para pengurus dan undangan yang hadir, Gubernur Pramono Anung membuka sambutannya dengan ucapan selamat. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang membawa kontingen karate DKI Jakarta meraih posisi puncak di ajang nasional tersebut.

"Pertama-tama saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FORKI DKI Jakarta yang telah berhasil menjadi juara umum pada PON di Kudus. Berapa pun jumlah medalinya, yang terpenting adalah prestasinya sebagai juara umum," ungkapnya.

Namun, sorak sorai kemenangan ini langsung diimbau untuk tidak berlarut-larut. Pramono dengan tegas mengingatkan bahwa gelar juara umum saat ini harus dilihat sebagai batu loncatan, bukan tujuan akhir. Tantangan sesungguhnya, menurutnya, justru terletak pada kemampuan mempertahankan dominasi tersebut di Pekan Olahraga Nasional 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara.

Dukungan Penuh dan Sistem Pembinaan

Untuk mewujudkan target itu, Gubernur menjanjikan dukungan penuh dari jajaran pimpinan daerah. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara eksekutif dan legislatif sangat krusial dalam menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

"Tidak ada artinya juara umum di Kudus apabila kita tidak mampu mempertahankannya pada PON 2028. Karena itu Ketua Dewan Pembina, Ketua DPRD, dan Gubernur akan memberikan dukungan penuh," tegas Pramono.

Lebih dari sekadar dukungan politik, perhatian juga difokuskan pada aspek pembinaan atlet. Pramono menyoroti pentingnya sistem yang mampu menjaga talenta lokal agar tidak berpindah ke daerah lain. Ia meminta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta untuk secara serius mengawal proses pembinaan atlet karate, memastikan adanya regenerasi dan perlindungan yang jelas bagi para atlet berprestasi.

Olahraga sebagai Penopang Citra Global Jakarta

Dalam pandangan yang lebih luas, Pramono Anung menempatkan prestasi olahraga sebagai salah satu pilar penting dalam transformasi Jakarta menuju kota berkelas dunia. Ia berargumen bahwa reputasi internasional tidak hanya dibangun dari kemajuan ekonomi dan infrastruktur fisik, tetapi juga dari vibrancy dan pencapaian di bidang olahraga.

"Semakin banyak kegiatan olahraga berskala internasional di Jakarta, semakin menunjukkan kepercayaan dunia bahwa Jakarta adalah destinasi olahraga yang kredibel," lanjutnya.

Sebagai bukti keseriusan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta aktif mendorong penyelenggaraan berbagai event olahraga besar. Dalam waktu dekat, ibu kota akan menjadi tuan rumah pertandingan legenda antara Real Madrid dan Barcelona, serta dua ajang lari bergengsi, Jakarta International Marathon dan Jakarta Running Festival. Langkah-langkah ini tidak hanya bertujuan memacu semangat berolahraga masyarakat, tetapi juga mengembangkan potensi sport tourism.

Dengan kombinasi antara dukungan politik yang konkret, sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan, dan strategi pengembangan event berskala global, optimisme untuk mempertahankan tahta juara umum karate nasional pada PON 2028 pun semakin menguat. Tantangan ke depan jelas tidak ringan, namun fondasi yang mulai dibangun diharapkan mampu mengantarkan DKI Jakarta pada keberhasilan jangka panjang di bidang olahraga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar