Ramadan tiba, dan seperti biasa, kurma kembali jadi primadona. Buah kecil berwarna gelap ini hampir selalu hadir di meja makan saat azan magrib berkumandang. Bukan cuma sekadar tradisi atau ikut-ikutan, loh. Anjuran untuk berbuka dengan kurma memang punya landasan yang kuat, baik dari sisi agama maupun kesehatan.
Nah, kalau ditelisik lebih jauh, ternyata ada alasan ilmiah yang bikin kurma begitu spesial. Menurut sebuah ulasan dalam Review of Religions, International Health Section, kurma itu ibarat paket nutrisi lengkap. Buah ini kaya akan polifenol, sejenis antioksidan yang bisa melawan peradangan dalam tubuh. Berguna banget buat kita yang berpuasa seharian.
Soal rasa manis, jangan langsung khawatir. Kandungan gulanya, yang terdiri dari fruktosa dan glukosa, ternyata lebih rendah dibanding nutrisi lainnya. Yang menarik, gula alami ini justru berperan penting untuk mengembalikan energi yang terkuras setelah belasan jam menahan lapar dan haus. Metabolisme tubuh pun bisa kembali meningkat.
Belum lagi seratnya. Kadar serat dalam kurma cukup untuk membuat perut terasa kenyang lebih lama. Ini penting agar kita tidak kalap menyantap hidangan lain. Di sisi lain, serat yang tidak larut itu juga bagus untuk pencernaan. Ia membantu makanan bergerak lebih lancar di usus, bahkan bisa meringankan sembelit. Beberapa studi menyebut, rutin makan kurma bisa mengurangi waktu feses berada di usus.
Manfaatnya masih banyak. Kurma juga mengandung protein, meski sekitar 3 persen, plus 23 jenis asam amino. Beberapa di antaranya jarang ditemukan pada buah lain. Lalu ada vitamin A, B6, C, dan mineral penting seperti kalium.
Kalium ini fungsinya krusial. Ia bertindak sebagai elektrolit yang membantu mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot hal yang sering dikeluhkan saat puasa.
Dengan semua kelebihan tadi, wajar saja kalau kurma sangat direkomendasikan para ahli. Buah ini bukan cuma sekadar simbol, tapi benar-benar teman berbuka yang menyehatkan. Ia mengontrol kadar gula darah, mendukung kesehatan jantung, dan bahkan menjadi prebiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus.
Jadi, lain kali Anda menyantap kurma saat berbuka, ingatlah bahwa itu bukan sekadar rutinitas. Itu adalah pilihan cerdas untuk mengisi kembali tenaga dengan cara yang alamiah dan penuh manfaat.
Artikel Terkait
Vardy Kembali Alami Degradasi, Cremonese Resmi Turun ke Serie B
Nico Paz Tolak Kembali ke Real Madrid, Pilih Bertahan di Como
BRI Salurkan 5.000 Hewan Kurban di Momentum Iduladha 2026
Pentagon Revisi Data Korban Operasi Epic Fury: 14 Tentara AS Tewas dalam Konflik dengan Iran