Kapal Induk AS Merapat di Yunani, Tingkatkan Kekuatan Jelang Ketegangan dengan Iran

- Selasa, 24 Februari 2026 | 17:50 WIB
Kapal Induk AS Merapat di Yunani, Tingkatkan Kekuatan Jelang Ketegangan dengan Iran

Kapal induk Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, telah merapat di Teluk Souda, Yunani. Kehadiran raksasa bertenaga nuklir ini menambah ketegangan di kawasan, di tengah kekhawatiran yang makin menjadi-jadi soal kemungkinan bentrok antara Washington dan Teheran. Posisinya kini semakin dekat dengan kancah potensi konflik di Timur Tengah.

Lokasi persinggahannya ini bukan sembarangan. Teluk Souda, seperti dilaporkan Gulf News dan The Times of Israel, adalah pangkalan strategis NATO. Tempat itu sejak lama jadi pusat operasi vital bagi AS, Yunani, dan sekutu-sekutu mereka di Mediterania timur.

Ini bukanlah satu-satunya kapal induk yang dikerahkan AS. USS Abraham Lincoln sudah lebih dulu berada di sana. Jadi, USS Gerald R. Ford adalah yang kedua sebuah langkah yang jelas menunjukkan peningkatan kekuatan militer Amerika di wilayah itu, sebagai respons atas ketegangan dengan Iran yang belum juga mereda.

Presiden Donald Trump yang memerintahkan pengerahan kapal ini awal bulan. Langkah itu diambil sambil dia terus mendesak Iran lewat meja perundingan nuklir. Namun begitu, di sisi lain, opsi militer konon juga masih terbuka dan sedang dipertimbangkan serius oleh Gedung Putih.

Keberadaannya di perairan Yunani bukan sekadar kabar burung. Reuters mempublikasikan foto-fotonya, dan beberapa video juga beredar luas di media sosial. Dalam cuplikan itu terlihat jelas, sang kapal induk tengah berlabuh di teluk tersebut.

Diduga, ini adalah pemberhentian singkat untuk mengisi ulang logistik di pangkalan Angkatan Laut AS yang ada di sana.

Dari titik ini, jarak ke titik panas di Timur Tengah jadi sangat pendek. Menurut perkiraan, hanya butuh beberapa jam pelayaran atau sekitar 2.350 kilometer untuk sampai ke zona konflik.

Kapal seharga 13 miliar dolar AS dengan bobot mencapai 100.000 ton ini baru saja menyeberangi Samudra Atlantik. Rencananya, ia akan beristirahat beberapa hari di Souda untuk persiapan terakhir. Setelah itu, pelayaran akan dilanjutkan ke arah timur, menuju lokasi di mana USS Abraham Lincoln sudah menunggu. Keduanya akan bergabung, membentuk kekuatan tempur yang sulit ditandingi.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar