Kondisi keluarga Alvaro Kiano Nugroho masih sangat memprihatinkan. Mereka terpukul hebat setelah terungkapnya fakta bahwa bocah malang itu diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya sendiri, yang berinisial AI.
Di rumah duka, suasana begitu mencekam. Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, mengakui betapa beratnya cobaan yang harus ditanggung keluarga. "Kalau syok pasti, syok terpukul, namanya kehilangan itu pasti," ujarnya kepada wartawan, Selasa (25/11/2025).
Menurut Seala, pihak kepolisian saat ini fokus memberikan pendampingan psikologis. Tujuannya jelas: membantu keluarga melewati masa-masa terberat ini. "Jadi tadi dari psikolog dari Polda, dari Polres Metro Jakarta Selatan juga ya mencoba memberikan beberapa treatment-treatment secara psikologi," jelasnya.
Ia melanjutkan, upaya itu dilakukan untuk menstabilkan kondisi psikis keluarga. Meski begitu, Seala mengakui pemulihan seperti ini tidak bisa instan. Semuanya butuh proses dan dilakukan secara bertahap.
Di sisi lain, ada satu hal yang tegas disampaikan keluarga. Mereka menginginkan proses hukum tetap berjalan, meski sang pelaku utama telah meninggal dunia dengan cara menggantung diri. Harapan itu, kata Seala, sejalan dengan komitmen Polres Metro Jakarta Selatan. "Itu pasti ada, pasti ada. Dan sesuai dengan harapan, harapan dari pihak keluarga itu juga menjadi concern utama dari Polres Metro Jakarta Selatan," tegasnya.
Artikel Terkait
Salat Jamak: Keringanan Islam dalam Kondisi Tertentu
Gubernur DKI Serukan Pelestarian Budaya Betawi di Tengah Dinamika Jakarta
Adik Bacok Kakak Kandung di Cakung Usai Ditegur Soal Pelecehan
Israel Serang Gaza, Tewaskan 7 Orang Meski Gencatan Senjata Berlaku