Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:42 WIB
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana

Pemulihan layanan SPBU di Aceh pascabencana menunjukkan kemajuan signifikan. Dari total 156 stasiun pengisian, 151 di antaranya sudah kembali beroperasi. Angka itu setara dengan 97 persen. Meski begitu, memang masih ada beberapa titik yang belum bisa diakses sepenuhnya karena kondisi jalan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengakui hal itu. Namun begitu, dia memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak ke masyarakat tetap terjaga. Caranya? Dengan memperkuat suplai melalui SPBU lain di sekitarnya.

"Aceh SPBU-nya sudah 97 persen. Kenapa ada yang masih belum? Karena memang akses ke sana masih ada yang terbatas. Tapi kami melaksanakan penguatan di SPBU yang berada di sekitarnya. Jadi artinya untuk pasokan, insya Allah ini sudah bisa kembali normal,"

Ujarnya dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Jumat lalu.

Distribusi BBM untuk wilayah Aceh Utara saat ini mengandalkan Integrated Terminal Lhokseumawe. Beberapa daerah seperti Bireuen, Pidie, hingga Aceh Tengah sudah bisa dilalui. Tapi kondisi di lapangan, jujur saja, belum benar-benar normal seratus persen. Untuk menjangkau lokasi yang sulit, Pertamina memakai armada tangki berkapasitas kecil, maksimal 8.000 liter.

Di sisi lain, pemulihan untuk fasilitas lain justru sudah tuntas. Sebanyak 11 SPBE dan 131 agen LPG dilaporkan telah beroperasi penuh.

Bagaimana dengan wilayah Sumatera lainnya? Kabar baiknya, di Sumatera Utara pemulihan distribusi energi sudah mencapai 100 persen. Ini mencakup ratusan SPBU, SPBE, dan agen LPG. Akses yang terputus di beberapa tempat, misalnya di Sibolga, diakali dengan mendukung suplai dari terminal Dumai dan Teluk Kabung.

Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat. Arya memastikan pasokan energi di sana sudah normal kembali, sehingga operasional SPBU bisa berjalan tanpa hambatan berarti.

Nah, selain fokus pada pemulihan infrastruktur energi, Pertamina juga turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan. Sejak hari pertama bencana, tim mereka di Sumbagut sudah berkoordinasi dengan BPBD setempat.

Mereka mendirikan enam posko utama, tersebar dari Lhokseumawe hingga Sibolga. Lebih dari 500 relawan dikerahkan. Posko-posko ini menjadi tulang punggung bagi 164 posko pengungsian dan 111 dapur umum. Bantuan utamanya ya energi: BBM untuk kendaraan logistik dan pesawat udara, serta Bright Gas untuk keperluan memasak di dapur umum.

Hingga saat ini, bantuan energi yang disalurkan sudah mencapai puluhan ribu kilogram LPG dan ratusan ribu liter BBM. Mereka juga menyediakan genset dan pembangkit listrik tenaga surya untuk rumah sakit serta posko-posko vital.

Persoalan air bersih juga tak ketinggalan. Pertamina menyalurkan 2,2 juta liter air bersih dengan berbagai cara; mengirimkan air dari luar wilayah, mereaktivasi sumur warga, hingga mengebor sumur baru. Setiap hari, 15 mobil tangki air dikirim ke Aceh Tamiang. Mereka pun bekerja sama dengan relawan dari Wanadri untuk memurnikan air sumur warga.

Upaya pengeboran sendiri sudah membuahkan hasil. Empat sumur bor baru berhasil memproduksi air. Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan, tujuh tim tambahan dikerahkan. Dua sumur bor lainnya juga sudah beroperasi di kawasan hunian bantuan.

Tak hanya itu, bantuan medis dan psikososial juga diberikan.

"Kami menurunkan empat posko medis dengan 28 dokter dan 56 perawat. Dan Alhamdulillah sampai hari ini kita sudah bisa membantu masyarakat sampai dengan seribu dari 1.500 warga yang membutuhkan bantuan medis,"

tutup Arya mengakhiri penjelasannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar