Diplomasi di Tengah Badai Global: Langkah Prabowo Dinilai Strategis dan Sigap
Pidato terbaru Menteri Luar Negeri Sugiono tentang situasi dunia yang ruwet rupanya bukan sekadar basa-basi diplomatik biasa. Bagi sejumlah pengamat, itu adalah sinyal kuat tentang arah kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja, dan Indonesia tampaknya sedang mempersiapkan diri.
Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, melihat pidato itu sebagai cerminan pemahaman yang dalam. Pemerintah, katanya, sadar betul bahwa peta geopolitik global sedang bergeser drastis. Kestabilan lama sudah runtuh, sementara konflik-konflik kecil di berbagai wilayah berpotensi meledak menjadi krisis besar kapan saja.
Demikian penegasan Amir Hamzah kepada awak media, Jumat lalu (16/1/2026).
Dia lalu menyoroti beberapa titik panas. Situasi di Iran, misalnya, di mana gelombang demonstrasi telah memakan korban tidak sedikit. Tapi masalahnya tak cuma di dalam negeri Iran. Ada tekanan eksternal dari Amerika Serikat dan sekutunya yang membuat keadaan makin runyam. Dan ketika Presiden Iran membuka jalur komunikasi rapat dengan China, bagi Amir, itu sudah jelas pertanda. Konflik lokal telah naik tingkat, masuk ke dalam arena persaingan kekuatan besar global.
ujarnya.
Belum lagi Venezuela yang terus bergejolak, atau ketegangan yang tak kunjung reda di Laut China Selatan. Titik yang satu ini bukan cuma soal klaim teritorial semata. Itu adalah jalur perdagangan vital sekaligus ajang adu kekuatan militer negara-negara besar.
Di tengah badai ini, Amir menilai langkah Prabowo mengedepankan kembali prinsip non-blok justru tepat. Tapi dengan catatan: non-blok yang dimaksud bukanlah pasif dan kaku. Harus aktif, luwes, dan yang paling utama, berlandaskan kepentingan nasional Indonesia. “Prabowo membaca itu,” tegas Amir.
Artikel Terkait
Saldo JakLingko Ludes Dicuri, Pelaku Berdalih Butuh Uang Beli Susu Anak
Medali Nobel Perdamaian Machado Berlabuh di Tangan Trump
Kiai Eko Tuding Bencana Aceh Sebagai Laknat, Warganet Geram
Pascabencana Sumatera, Satgas Fokus pada Membangun Lebih Tangguh