Malam itu, Stadion Gelora BJ Habibie menyaksikan sebuah kejutan yang pahit. Di pekan ke-24 Indonesia Super League 2026, PSM Makassar justru tumbang di kandang sendiri. Persita Tangerang berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor telak 4-2, Senin (2/3/2026) lalu. Kekalahan ini, tentu saja, langsung memicu gelombang kekecewaan yang besar di tribun.
Suasana panas langsung terasa begitu peluit akhir berbunyi. Sejumlah suporter, tak bisa menahan emosi, mulai bergerak mendekati area bangku pemain dan memadati pinggir lapangan. Ini jelas sebuah bentuk protes. Mereka datang dengan harapan tinggi, tapi pulang dengan kekecewaan yang dalam.
Awal yang Menjanjikan, Akhir yang Menyakitkan
PSM sebenarnya membuka laga dengan gemilang. Mereka tampil dominan. Yuran Fernandes dengan tenang mengeksekusi penalti di menit ke-9, membawa timnya unggul cepat. Tekanan terus berlanjut, dan Aloisio Neto seolah mengukir mimpi indah dengan menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di menit ke-26.
Namun, segalanya berubah drastis menjelang turun minum. Persita bangkit. Andrejic sukses memperkecil ketertinggalan lewat titik putih juga di menit ke-35. Belum hilang kejutan, Ganet P. menyamakan kedudukan hanya tiga menit berselang. 2-2. Stadion yang sebelumnya riuh, mendadak hening sejenak.
Babak Kedua Jadi Milik Tamu
Setelah istirahat, momentum sepenuhnya berpindah. Persita tampil lebih agresif dan terorganisir. PSM seperti kehilangan daya. Rodriguez R. akhirnya membalikkan papan skor menjadi 3-2 untuk Persita pada menit ke-74.
Pukulan final datang di menit-menit penutup. Caraka H. memastikan kemenangan tamu dengan gol keempat mereka di menit ke-88. PSM tak berkutik. Peluit panjang wasit menegaskan kekalahan telak 2-4 bagi Juku Eja di depan pendukungnya sendiri sebuah pukulan yang sangat berat.
Kekecewaan Meluap ke Lapangan
Menurut pantauan di lokasi, kerumunan suporter yang kecewa langsung bergerak usai laga. Mereka mendesak mendekati area teknis. Aparat keamanan dan ofisial tim pun turun tangan, berusaha meredakan situasi agar tetap terkendali. Harapan untuk meraih poin penuh di kandang sirna sudah, berganti dengan amarah.
Kekalahan ini jelas berdampak. Posisi PSM di papan klasemen sementara berpotensi terguncang. Bagi para pendukung, malam ini adalah malam yang panjang dan sulit untuk dilupakan.
Artikel Terkait
Gelombang Pertama 322 Petugas Haji Indonesia Berangkat ke Madinah
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Sulsel Sepanjang Hari Ini
Chelsea Tumbang di Kandang Meski Dominan, Manchester United Curi Poin Penuh
PDIP Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Trump Tak Lagi Relevan