Suasana Jakarta siang itu tebal dengan nada kecaman. Melalui perwakilannya di Indonesia, pemerintah Iran tak ragu melabeli aksi Amerika Serikat dan Israel sebagai agresi militer berskala besar. Yang paling menyakitkan, serangan mematikan itu terjadi tepat di bulan Ramadan, saat umat Islam di seluruh dunia tengah khusyuk menjalankan ibadah puasa.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, tampil di hadapan media dengan wajah serius. Dalam konferensi pers yang digelar, ia menegaskan bahwa AS dan sekutunya sama sekali tidak punya rasa hormat. "Mereka tidak menghormati kesucian bulan suci Ramadan, tidak menghargai orang-orang tak berdosa yang sedang berpuasa, dan bahkan tidak menghormati rumah sakit maupun sekolah dasar," ujarnya tegas.
Kalimatnya berhenti sejenak, seolah menahan amarah. Lalu ia melanjutkan dengan data yang memilukan.
"Sampai saat ini, lebih dari lima rumah sakit telah dihancurkan, serta beberapa sekolah dasar, yang mengakibatkan sekitar 200 anak usia SD tewas terbunuh," kecam Boroujerdi.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali
Mentan Perketat Koordinasi BRMP untuk Pacu Kemandirian Pangan di Papua
Ayatollah Alireza Arafi Ditunjuk Masuk Dewan Kepemimpinan Sementara Iran