AHY Percepat Pengembangan Bandara Komodo, Dukung Pariwisata Labuan Bajo & Ekonomi NTT

- Sabtu, 15 November 2025 | 18:55 WIB
AHY Percepat Pengembangan Bandara Komodo, Dukung Pariwisata Labuan Bajo & Ekonomi NTT
Percepatan Pengembangan Bandara Komodo untuk Pariwisata Labuan Bajo | Kebijakan AHY

AHY Dorong Percepatan Pengembangan Bandara Komodo untuk Dongkrak Pariwisata NTT

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan urgensi percepatan peningkatan kapasitas Bandara Internasional Komodo. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pernyataan ini disampaikan AHY usai melakukan peninjauan langsung ke Bandara Internasional Komodo di Labuan Bajo. Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungannya ke sejumlah wilayah di Provinsi NTT.

Kapasitas Bandara Komodo Hampir Penuh, Peningkatan Mendesak

AHY memaparkan fakta penting bahwa Bandara Komodo telah mengalami lonjakan signifikan dalam jumlah penumpang pasca pandemi. Arus penumpang yang terus meningkat bahkan telah mendekati batas kapasitas maksimum bandara yang ada saat ini.

"Berdasarkan penjelasan yang diterima, Bandara Internasional Komodo terus berupaya mendukung peningkatan arus pariwisata dan penerbangan dari dan ke Labuan Bajo. Yang menggembirakan, pasca COVID-19 terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Dari kapasitas bandara 1,1 juta penumpang per tahun, angka ini rasanya sudah bisa dicapai, bahkan dilampaui," jelas AHY dalam sebuah keterangan tertulis.

Ia menambahkan bahwa proyeksi jumlah penumpang hingga akhir tahun, memasuki bulan Desember, diperkirakan akan terus mengalami peningkatan. "Ini artinya diperlukan kapasitas bandara yang lebih lega karena pemanfaatan fasilitas saat ini sudah sangat optimal," imbuhnya.

Dampak Positif bagi Ekonomi NTT dan UMKM Lokal

AHY menegaskan bahwa dengan penguatan dan perluasan kapasitas bandara, diharapkan dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. "Labuan Bajo adalah destinasi pariwisata super premium berkelas dunia. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin baik dampaknya bagi perekonomian Labuan Bajo, Manggarai Barat, dan NTT secara keseluruhan," paparnya.

Lebih lanjut, AHY menyoroti peluang partisipasi masyarakat lokal. Masyarakat dapat terlibat langsung dalam berbagai jenis usaha, termasuk pengembangan ekonomi kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memamerkan produk khas NTT.

Komitmen Pemerintah untuk Infrastruktur Pariwisata

Mengenai perkembangan rencana pengembangan bandara, AHY menegaskan bahwa usulan teknis sudah diajukan dan saat ini sedang dalam tahap pemantauan untuk mendukung percepatan realisasi. "Sektor pariwisata sangat bergantung pada kualitas infrastrukturnya, mulai dari kemampuan bandara, terminal, hingga jaringan jalan. Semua ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat perjalanan para pengunjung ke Labuan Bajo dan NTT," tutur AHY.

Dalam peninjauannya, AHY juga memberikan apresiasi terhadap kondisi pelayanan dan fasilitas bandara yang secara umum sudah baik. Ia secara khusus menyoroti kehadiran gerai-gerai UMKM yang menampilkan produk khas NTT. Meski demikian, ia mengakui kebutuhan untuk menambah kapasitas ruang tunggu agar tidak terasa sesak, mengingat keterbatasan dimensi ruang yang ada.

Kunjungan kerja ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur NTT Joni Asadoma, Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya dari kementerian dan pengelola bandara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar