Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp88,15 triliun, menempatkannya sebagai salah satu pos belanja negara yang paling besar. Kementerian Keuangan mencatat, dana sebesar itu seluruhnya diserap oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melayani puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Jumlah tersebut ternyata melampaui belanja modal negara yang tercatat sebesar Rp81,6 triliun dan anggaran bantuan sosial (bansos) yang mencapai Rp71,7 triliun. Perbandingan ini menunjukkan skala prioritas yang diberikan pemerintah terhadap program perbaikan gizi masyarakat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Untuk 63,13 juta penerima di 29.670 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ungkap Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers APBN KiTa yang digelar Jumat (5/6/2026).
Lebih lanjut, realisasi dana untuk program MBG juga lebih besar jika dibandingkan dengan total anggaran ketahanan pangan nasional yang hanya sebesar Rp66,6 triliun. Padahal, pos anggaran ketahanan pangan tersebut memiliki peran krusial, mulai dari menyalurkan subsidi pupuk bagi petani hingga menyuntikkan dana ke Perum Bulog untuk mendukung penyerapan komoditas beras dan gabah di tingkat domestik.
Menanggapi besarnya serapan anggaran tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang memberikan jaminan bahwa pihaknya akan terus mengawal setiap penggunaan dana dan sumber daya yang tersedia. Ia menekankan pentingnya efisiensi, ketepatan sasaran, serta daya guna yang optimal dalam pelaksanaan program.
“Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi. Karena itu, pembenahan standar operasional, peningkatan kapasitas SDM, serta penguatan pengawasan menjadi agenda utama kami,” kata Nanik dalam kesempatan terpisah.
Artikel Terkait
Intelijen Inggris: Rusia Berpotensi Serang NATO Paling Cepat pada 2030
Timnas Indonesia Akhirnya Akhiri Puasa Kemenangan 38 Tahun Lawan Oman dengan Skor 3-0
Wall Street Melemah, Saham Teknologi Terkoreksi Imbas Data Tenaga Kerja AS Lebih Kuat dari Perkiraan
Panti Asuhan di Depok Pukau MNC Vision dengan Metode Pendidikan Modern, Sejumlah Anak Kuasai Bahasa Asing dan Raih Beasiswa