Pesisir Muara Angke Bersih, 8,8 Ton Sampah Diangkut Usai Bentuk Pulau dan Resahkan Warga

- Jumat, 05 Juni 2026 | 22:15 WIB
Pesisir Muara Angke Bersih, 8,8 Ton Sampah Diangkut Usai Bentuk Pulau dan Resahkan Warga

Sebanyak 8,8 ton sampah berhasil diangkut dari pesisir Muara Angke, Jakarta Utara, setelah tumpukan tersebut membentuk semacam pulau dan memicu keresahan warga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa proses pengerukan telah rampung dilakukan dan kawasan itu kini bersih dari timbunan sampah.

Penanganan terhadap gunungan sampah itu berlangsung selama empat hari, tepatnya sejak 2 hingga 5 Juni 2026. Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto, merinci bahwa pada hari pertama sebanyak 0,88 ton sampah terangkut. Angka itu meningkat menjadi 1,76 ton pada hari kedua, melonjak signifikan menjadi 3,52 ton pada hari ketiga, dan mencapai 2,64 ton pada hari keempat. “Jika ditotal, sebanyak 8,8 ton sampah telah terangkut,” ujar Lukman saat dihubungi wartawan, Jumat (5/6/2026).

Fenomena munculnya pulau sampah di perairan Muara Angke bukanlah kejadian yang tiba-tiba. Menurut Pramono, kondisi itu dipicu oleh sedimentasi yang menyebabkan sampah dari berbagai arah terkumpul dan mengendap di satu titik. “Sedangkan yang di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi,” jelasnya kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6/2026). Ia menegaskan bahwa pengerukan telah berlangsung selama tiga hari dan dinyatakan selesai. “Sudah selesai? Sudah selesai,” tuturnya.

Keberadaan hamparan sampah yang membentuk daratan kecil itu kembali menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Tumpukan tersebut berada sekitar 600 hingga 700 meter dari garis pantai dan diduga terbawa arus sungai serta laut, lalu menumpuk hingga menjulang dari permukaan air. Untuk menangani kondisi itu, sebanyak 70 personel gabungan dikerahkan.

Unit Penanganan Sampah Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan bahwa personel yang terlibat berasal dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta Polairud Polda Metro Jaya. “Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan,” demikian keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram @upsbadanairdlhdki, Kamis (4/6).

Operasi pembersihan itu merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang disampaikan melalui kanal media sosial. Lokasi penanganan berada di Pulau Sedimen pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam keterangannya, petugas menjelaskan bahwa kawasan pesisir dan area sedimen memang menjadi titik yang rentan terhadap akumulasi sampah kiriman dari laut maupun badan air. “Kondisi tersebut memerlukan penanganan khusus dan kerja sama berbagai pihak agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan pesisir,” jelasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar