Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat, Bahas Serangan Rusia yang Lumpuhkan Pemanas Kyiv

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:35 WIB
Dewan Keamanan PBB Gelar Sidang Darurat, Bahas Serangan Rusia yang Lumpuhkan Pemanas Kyiv

Dewan Keamanan PBB bakal menggelar sidang darurat pada Senin mendatang. Pertemuan mendesak ini diagendakan untuk membahas situasi di Ukraina, yang kembali memanas setelah serangan besar-besaran Rusia. Desakan untuk segera bersidang muncul tak lama setelah Wali Kota Kyiv, Vitaliy Klitschko, memperingatkan warganya untuk pergi dari ibu kota. Alasannya jelas: separuh lebih bangunan tempat tinggal di sana kini tak punya pemanas, di tengah suhu yang menusuk hingga di bawah nol derajat.

Serangan bertubi-tubi itu, menurut Klitschko, telah memicu pemadaman pemanas massal. Bayangkan, di cura beku seperti sekarang.

Di sisi lain, Kremlin baru-baru ini mengonfirmasi sesuatu yang mengkhawatirkan. Mereka meluncurkan rudal balistik Oreshnik ke Ukraina. Ini adalah kali kedua senjata jenis itu digunakan sejak perang pecah pada 2022 silam.

Melalui sebuah surat resmi ke Dewan Keamanan, Duta Besar Ukraina Andriy Melnyk menyampaikan kecamannya dengan keras.

"Federasi Rusia telah mencapai tingkat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengerikan dengan terornya terhadap warga sipil,"

Begitu bunyi pernyataannya yang dilansir AFP, Sabtu lalu. Surat itu juga secara spesifik menyebut penggunaan rudal balistik jarak menengah 'Oreshnik' yang diarahkan ke wilayah Lviv.

"Serangan semacam itu merupakan ancaman serius dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keamanan benua Eropa,"

tambah Melnyk lagi. Klaim Moskow soal rudal ini memang bikin merinding: mereka bilang Oreshnik hampir mustahil dihentikan dan bisa dipasangi hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Menurut kabar dari sejumlah sumber diplomatik, permintaan Ukraina untuk sidang darurat ini tak bertepuk sebelah tangan. Dukungan datang dari setidaknya enam anggota Dewan Keamanan, yakni Prancis, Latvia, Denmark, Yunani, Liberia, dan Inggris. Sidang Senin nanti dipastikan akan tegang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar