Hari keenam operasi pencarian di Pasir Kuning terasa berat. Cuaca sejak pagi tak menentu, dan itu jelas menghambat kerja tim gabungan SAR di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Bandung Barat. Hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, membatasi pandangan dan membuat tanah semakin jenuh. Ancaman longsor susulan pun mengintai.
Menurut Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, kondisi itu memaksa mereka untuk berhati-hati. Keselamatan personel jadi prioritas utama.
“Kami jalankan operasi dengan pola on-off, selektif sekali. Semuanya berdasarkan asesmen tim keselamatan di lapangan,” ujar Ade.
Artinya, pencarian hanya dilakukan pada momen-momen yang dianggap benar-benar aman. Begitu hujan makin deras atau ada indikasi bahaya di lereng, semua aktivitas dihentikan sementara. Tak ada yang mau mengambil risiko.
Di sisi lain, meski penuh tantangan, upaya evakuasi tetap membuahkan hasil. Sore itu, sekitar pukul 13.21 WIB, satu bodypack ditemukan di sektor B1. Namun, jenazah ini ternyata bukan korban longsor terbaru. Ia tetap dievakuasi untuk diserahkan kepada keluarganya.
Lalu, temuan lain menyusul. Pukul 14.32 WIB, satu bodypack lagi berhasil diangkat dari sektor A1. Tak lama berselang, tepatnya pukul 15.00 WIB, satu jenazah lagi ditemukan di area worksite yang sama. Jadi, untuk hari ini, dua korban dari peristiwa longsor berhasil dievakuasi, dan keduanya berasal dari sektor A1.
Secara keseluruhan, angka yang terkumpul hingga Kamis sore pukul 16.30 WIB cukup menyayat. Total 55 bodypack telah dievakuasi sejak hari pertama. Dari jumlah itu, diperkirakan sekitar 25 jiwa adalah korban langsung dari bencana tanah longsor yang melanda.
Proses identifikasi oleh tim DVI pun terus bergulir. Hingga pukul 16.00 WIB, 41 dari 42 jenazah yang masuk proses identifikasi telah berhasil dikenali.
“Kami terus koordinasi dengan pihak keluarga. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut bisa langsung ke posko utama di kantor desa,” tambah Ade Dian.
Ia menegaskan, operasi SAR akan terus dilanjutkan. Tapi semua dilakukan secara bertahap, terukur, dan sangat memperhatikan perkembangan cuaca serta stabilitas lereng. Rekomendasi safety officer di lapangan menjadi penentu.
“Kami mohon doa dari semua. Agar pencarian korban yang masih hilang bisa berjalan lancar,” pungkasnya. Suasana di lokasi masih tegang, namun harapan untuk menemukan yang tersisa tak pernah padam.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu