Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari SRT 5 Ponorogo Tembus 10 Besar Festival Reog Nasional di Debut Perdana

- Selasa, 16 Juni 2026 | 20:40 WIB
Reyog Garudo Djoyo Manggolo dari SRT 5 Ponorogo Tembus 10 Besar Festival Reog Nasional di Debut Perdana

Reyog Garudo Djoyo Manggolo, grup kesenian dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 5 Ponorogo, mencatat sejarah dengan menembus jajaran 10 besar Pelestari Budaya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI tahun 2026 yang memperebutkan Piala Presiden RI. Prestasi ini menjadi istimewa karena merupakan debut perdana grup tersebut di ajang bergengsi tingkat nasional itu.

“Sangat lega sekali. Bangga sekali, anak-anak memang luar biasa,” ujar Kepala Sekolah SRT 5 Ponorogo, Devit Tri Candrawati, dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai dirinya menerima piala dan piagam penghargaan yang didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Sosial, MURIANETWORK.COM WH, saat ditemui di acara penutupan FNRP dan Grebeg Suro, Senin (15/6) malam. Devit pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Reyog Garudo Djoyo Manggolo di kompetisi tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Kementerian Sosial dan jajarannya sudah mengantarkan anak-anak satu langkah lebih maju. Semoga ini awal dari kesuksesan mereka nantinya. Memang proses itu tidak akan mengkhianati hasil, ini untuk anak-anak, dari mereka untuk mereka,” katanya.

Dalam penampilannya, grup Garudo Djoyo Manggolo menyajikan tarian yang mengisahkan perjalanan Prabu Klono Sewandono saat hendak melamar putri dari Kerajaan Daha. Di tengah perjalanan, rombongan sang raja diadang oleh Raja Singa Barong. Gerakan tari dalam lakon ini menggambarkan kegagahan sekaligus keindahan gerak lincah sang raja yang sedang dimabuk asmara. Raja Kelono juga digambarkan membawa pusaka andalannya, yakni cemeti ampuh bernama Kyai Pecut Samandiman untuk melindungi diri.

Pertunjukan semakin hidup dan semarak dengan iringan gamelan khas Jawa yang dimainkan secara rancak. Alunan musik tradisional tersebut memadukan instrumen kendang, gong, kenong, kethuk, slompret, serta diperkuat oleh paduan suara dan penyenggak atau penyanyi latar.

Sementara itu, gelaran FNRP 2026 yang diikuti sekitar 32 grup dari berbagai daerah berlangsung selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Juni 2026, di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo. Grup Reog Singo Taruno Budoyo dari SMPN 1 Ponorogo berhasil keluar sebagai juara pertama. Adapun Grup Reog Kyai Lodra dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur meraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia setelah menjuarai festival tersebut dalam rangkaian Grebeg Suro 2026.

Penutupan Grebeg Suro Ponorogo turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso; Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus; Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II, Dwi Marhen Yono; Tenaga Ahli Menteri Sosial, MURIANETWORK.COM WH; Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita; serta anggota DPR RI dan DPRD Ponorogo.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar