Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa pemerintahannya telah menandatangani kesepakatan damai dengan Iran, yang secara spesifik melarang negara tersebut memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di hadapan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Evian-Les-Bains, Prancis, pada Selasa (16/6/2026), sebagaimana dilansir Aljazeera.
“Tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujar Trump dalam pernyataannya.
Ia menambahkan bahwa kesepakatan itu telah mendapat persetujuan dari pihak Iran. Menurut Trump, keberhasilan perjanjian tersebut akan sangat bergantung pada pengawasan ketat yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait.
“Mereka menyetujuinya,” kata Trump.
“Pengawasan ketat akan menegakkan perjanjian tersebut,” lanjutnya.
Trump juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap isi perjanjian akan secara otomatis mengembalikan konflik antara AS dan Iran ke titik semula. Ia berharap hubungan bilateral dapat berjalan baik, namun tidak menutup kemungkinan akan kembali ke posisi awal jika kesepakatan dilanggar.
“Semoga ini akan menjadi hubungan yang baik... dan jika tidak, kita akan kembali ke titik awal,” imbuhnya.
Sementara itu, Trump memastikan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka sepenuhnya pada Jumat (19/6) mendatang. Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan rinci apakah pihak Iran juga telah menandatangani dokumen kesepakatan tersebut.
“Kesepakatan sudah ditandatangani, dan Selat sudah sebagian dibuka,” pungkas Trump.
Editor: Lia Putri
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
KPK Hentikan Penyelidikan Kasus Makan Bergizi Gratis karena Kejagung Lebih Dulu Naikkan ke Tahap Penyidikan
Mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polres Tangsel
KPK Cermati Kesaksian di Sidang yang Seret Dirjen Bea Cukai
Polisi Periksa Kejiwaan Pria yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Anjing di Penjaringan