Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong para praja dan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri untuk terus mengasah kapasitas, kompetensi, serta kualitas kepemimpinan mereka. Menurutnya, bekal tersebut menjadi kunci utama dalam menghadapi peluang menjadi kepala daerah di masa depan. Pengalaman panjang yang dimiliki para praja dalam menjalankan roda pemerintahan dari level terendah dinilai sebagai modal berharga yang tidak dimiliki oleh banyak profesi lain.
“Jadi kalau berbicara rekam jejak kepemimpinan, maka alumni IPDN lah yang sejatinya siap, dan jangan-jangan paling siap,” ujar Bima dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (19/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan Bima saat memberikan Kuliah Umum Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Kamis (18/6) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pendidikan kepamongprajaan telah melahirkan puluhan ribu aparatur yang mengabdikan diri di berbagai daerah di Indonesia, sejak era Akademi Pemerintahan Dalam Negeri, Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, hingga bertransformasi menjadi IPDN.
Saat ini, para alumni tersebar di berbagai posisi strategis pemerintahan. Sebagian di antaranya bahkan telah terpilih menjadi gubernur, bupati, dan wali kota. Menurut Bima, capaian tersebut lahir dari proses panjang pengabdian dan pengalaman birokrasi yang ditempuh secara berjenjang melalui berbagai penugasan di lapangan.
Ia menilai pengalaman tour of duty, mulai dari lurah, camat, kepala dinas, hingga sekretaris daerah, memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, para lulusan IPDN dinilai memiliki fondasi kepemimpinan yang kuat untuk memimpin daerah.
Di sisi lain, Bima mengingatkan bahwa kepala daerah pada masa mendatang akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka tidak hanya dituntut mampu merespons dinamika geopolitik global yang bergerak cepat, tetapi juga harus mengawal pelaksanaan program strategis nasional sekaligus memenuhi harapan masyarakat melalui realisasi janji-janji pembangunan di daerah.
“Nah, sekali lagi alumni IPDN semestinya memiliki kapasitas untuk berselancar di tengah tiga tantangan yang tidak mudah ini,” tegasnya.
Lebih jauh, Bima menyampaikan harapan besarnya agar para praja IPDN senantiasa merawat semangat pengabdian Bhinneka Nara Eka Bhakti dan teguh menjaga idealisme yang dibangun di kampus hingga titik purna tugas. “Kalau itu terjadi, Pak Menko, insyaallah adik-adik ini semua siap untuk menjemput 2045,” pungkasnya.
Artikel Terkait
BP3KP Sumatera III Tinjau Teknologi Sepablock untuk Percepatan Program Tiga Juta Rumah
Serangan Drone Ukraina Ganggu Pasokan Bahan Bakar di Belasan Wilayah Rusia, Krisis Meluas
Pimpinan DPR Terima Perwakilan Mahasiswa, Audiensi Bahas Tiga Tuntutan Aksi
Kurir Fredy Pratama Angkut Rp1 Miliar per Bulan ke Thailand Selama 7 Tahun