PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) akhirnya menetapkan kurs acuan dolar Amerika Serikat untuk pembayaran dividen tunai final tahun buku 2025, yang akan menjadi patokan bagi pemegang saham dalam menerima hak mereka. Keputusan ini diambil dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 9 Juni 2026, yang tercatat di level Rp18.171 per dolar AS.
Dengan penetapan kurs tersebut, total dividen yang akan dibagikan perseroan sebesar USD70 juta setara dengan Rp1,27 triliun. Setiap lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar USD0,026753, yang apabila dikonversi menjadi Rp486,13 per saham. Angka ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang kompetitif kepada para pemegang sahamnya.
Besaran dividen tersebut setara dengan 83,4 persen dari laba bersih yang berhasil diraih BSSR pada tahun buku 2025, yakni mencapai USD83,95 juta. Keputusan pembagian ini telah disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar USD196 juta, dengan total ekuitas perusahaan mencapai USD273 juta.
Dividen tunai ini nantinya akan mengalir ke rekening pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) atau pada tanggal pencatatan (recording date) yang telah ditetapkan, yaitu 26 Juni 2026. Perusahaan telah merilis jadwal lengkap terkait proses distribusi dividen ini.
Adapun tahapan pembagian dividen dimulai dengan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 24 Juni 2026, yang berarti pemegang saham masih berhak mendapatkan dividen jika membeli saham pada tanggal tersebut. Sehari kemudian, tepatnya 25 Juni 2026, saham akan mengalami ex dividen di pasar yang sama, sehingga hak dividen tidak lagi melekat. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 26 Juni 2026, dan ex dividen pada 29 Juni 2026. Setelah proses pencatatan pemegang saham selesai pada 26 Juni 2026, pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 Juli 2026.
Artikel Terkait
Bank Panin Bagikan Dividen Rp1,01 Triliun, Setara Rp42 Per Saham
Rupiah Tertekan Dolar AS, Diprediksi Bergerak di Rentang Rp17.600-Rp18.000 Pekan Depan
BEI Genjot Edukasi Pasar Modal, Resmikan Enam Galeri Investasi Baru di Bangka Belitung
Lo Kheng Hong Tekankan Pentingnya Fondasi Keuangan Sejak Dini di Seminar UKRIDA