Cuaca panas yang menyengat di Makassar belakangan ini mendorong banyak orang mencari hidangan dingin yang menyegarkan. Di tengah gempuran aneka dessert kekinian, satu nama tetap bertahan sebagai favorit lintas generasi: Es Putar Papabon. Es krim legendaris asal kota ini menawarkan lebih dari sekadar sensasi pelepas dahaga, tetapi juga rasa nostalgia melalui puluhan varian rasa yang telah memikat pelanggan sejak lebih dari satu dekade lalu.
Sejak pertama kali hadir pada 2008, Es Putar Papabon dikenal karena cita rasa es krim putarnya yang lembut, segar, dan dibuat dari bahan-bahan alami. Konsistensi inilah yang membuat gerai ini mampu mempertahankan eksistensinya selama bertahun-tahun dan menjelma menjadi salah satu ikon kuliner Kota Makassar.
Di balik kesuksesan tersebut, terdapat sosok James Tahir, yang akrab disapa Bon. Menariknya, sebelum terjun ke dunia kuliner, ia berkarier di bidang farmasi dengan mengelola apotek. Kesempatan mengikuti berbagai pelatihan di luar kota membuatnya tertarik mempelajari teknik pembuatan es krim. Dari sanalah ia mulai bereksperimen meracik resep sendiri hingga menghasilkan es putar dengan karakter rasa yang khas.
Awalnya, es krim buatannya hanya dinikmati keluarga dan teman-teman terdekat. Namun, respons positif yang terus berdatangan membuat Bon semakin yakin untuk mengembangkan usahanya. Pada 2012, ia mengambil keputusan besar dengan meninggalkan bisnis apotek dan fokus membangun Es Putar Papabon. Berbekal sebuah gerobak sederhana, ia mulai berjualan di kawasan Pantai Losari. Keputusan itu terbukti tepat. Pelanggan terus berdatangan, hingga beberapa bulan kemudian Papabon membuka gerai permanen dan berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Makassar.
Salah satu alasan Es Putar Papabon tetap diminati adalah banyaknya pilihan rasa yang ditawarkan. Tak hanya rasa klasik, tersedia pula berbagai varian buah dan kreasi modern yang cocok dinikmati semua kalangan. Beberapa rasa favorit di antaranya durian, nangka, kelapa, alpukat, tape, mocca, cokelat, strawberry, blueberry, keju, green tea, oreo, melon, tiramisu, dan coconut. Tekstur es putarnya terkenal lembut dengan sensasi yang tidak mudah membuat enek. Penggunaan buah asli dan bahan berkualitas menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan setianya.
Tak hanya es putar, kini Papabon juga menghadirkan berbagai menu lain seperti es goreng, pancake, es potong Singapura, hingga aneka minuman kopi melalui konsep EsKabon. Pilihan camilan seperti roti bakar arang pun tersedia bagi pengunjung yang ingin bersantai lebih lama.
Sementara itu, jika dulu identik dengan gerai di Jalan Gunung Nona, kini Es Putar Papabon beroperasi di Jalan Daeng Tompo No. 15, Makassar, tepat di depan Hotel M Regency. Lokasi barunya hadir dengan konsep yang lebih modern dan estetik sehingga nyaman dijadikan tempat nongkrong bersama teman maupun keluarga. Interior yang lebih kekinian membuat banyak pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati es krim, tetapi juga berburu foto. Gerai ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita, sehingga bisa menjadi pilihan untuk menikmati dessert saat siang yang terik maupun sebagai penutup aktivitas di malam hari.
Di tengah menjamurnya berbagai merek es krim modern, Es Putar Papabon tetap mempertahankan identitasnya sebagai kuliner legendaris Makassar. Perpaduan cita rasa yang konsisten, pilihan menu yang semakin beragam, serta suasana gerai yang nyaman menjadi alasan mengapa tempat ini selalu ramai dikunjungi. Bagi siapa pun yang sedang berada di Makassar dan ingin mencicipi kuliner yang sudah bertahan selama bertahun-tahun, Es Putar Papabon layak masuk dalam daftar destinasi kuliner yang wajib dikunjungi.
Artikel Terkait
Persipura Jayapura Borong Pemain Timnas untuk Target Promosi ke Liga 1 Musim 2026/2027
Ayu Ting Ting Rayakan Ultah ke-34 Bersama Kevin Gusnadi, Publik Makin Penasaran
MPR: Evaluasi Pasal 33 UUD 1945 Perlu Dikaji Ulang Bersama Akademisi
Suzuki Ingatkan Pemilik Kendaraan untuk Tidak Abaikan Kondisi Rack Steer demi Keselamatan Berkendara