96,5% Masyarakat Kurang Serat dan Buah, Ancaman Penuaan Dini dan Penyakit Kronis Mengintai

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:45 WIB
96,5% Masyarakat Kurang Serat dan Buah, Ancaman Penuaan Dini dan Penyakit Kronis Mengintai

Ancaman penuaan dini kini membayangi masyarakat Indonesia, bukan sekadar persoalan kerutan di kulit, melainkan penurunan kemampuan regenerasi sel yang prosesnya telah dimulai sejak usia 20-an tahun. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya paparan radikal bebas serta gaya hidup tidak sehat yang kian marak di tengah masyarakat.

Data kesehatan menunjukkan fakta yang memprihatinkan: sebanyak 96,5 persen masyarakat Indonesia masih kurang mengonsumsi serat dan buah. Kekurangan asupan nutrisi ini memperparah kondisi tubuh yang setiap hari terpapar radikal bebas, baik dari polusi udara, asap rokok, maupun tekanan psikologis akibat stres.

Kondisi tersebut kemudian memicu stres oksidatif, yaitu keadaan ketika kadar radikal bebas dalam tubuh jauh lebih tinggi dibandingkan antioksidan alami yang tersedia. Akibatnya, perubahan metabolik terjadi lebih awal dan berujung pada munculnya penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.

Sementara itu, perkembangan teknologi menawarkan solusi berupa teknologi laser yang dirancang untuk memproduksi sinar laser dengan tiga varian warna, yaitu merah, biru, dan kuning. Sebelumnya, teknologi ini hanya menghasilkan satu sinar berwarna merah.

Alat tersebut digunakan dengan cara dikenakan di pergelangan tangan sebanyak tiga kali sehari sebagai bagian dari pola hidup sehat. Teknologi ini diklaim mampu membantu menjaga kualitas darah dan mengoptimalkan fungsi sel-sel darah di dalam pembuluh darah. Kolesterol yang menumpuk di pembuluh darah disebut dapat diubah menjadi energi.

Lebih lanjut, teknologi low level laser juga diyakini dapat membantu mengendalikan tekanan darah tinggi dengan cara meningkatkan kualitas darah dan elastisitas pembuluh darah. Kekentalan darah pun dapat dicegah karena aliran darah menjadi lebih lancar.

Menurut penjelasan yang disampaikan, teknologi laser ini tidak hanya ditujukan bagi mereka yang memiliki keluhan penyakit, tetapi juga dapat digunakan sebagai langkah pencegahan. Alat ini disarankan menjadi pelengkap gaya hidup sehat sehari-hari.

Dalam praktik penggunaannya, alat laser tersebut ditempelkan di pergelangan tangan kiri. Posisi ini dipilih agar sinar laser dapat menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur yang berada di area tersebut. Manfaatnya disebut dapat membantu memperlancar aliran darah serta mengurai penggumpalan darah yang berpotensi menyebabkan penyumbatan.

Durasi pemakaian yang dianjurkan adalah dua kali sehari dengan rentang waktu 15 hingga 60 menit setiap kali penggunaan. Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat diperoleh melalui layanan call center maupun WhatsApp yang telah disediakan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar