Aksi Protes Harian Hampir 1.000 Hari, Warga Tokyo Ini Bela Palestina

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Aksi Protes Harian Hampir 1.000 Hari, Warga Tokyo Ini Bela Palestina

Seorang pria di Tokyo telah berdiri sendirian di tengah keramaian selama hampir 1.000 hari berturut-turut, menyuarakan dukungan untuk Palestina. Yusuke Furusawa, 49 tahun, yang bekerja sebagai pembuat dekorasi panggung TV, memulai aksinya sejak Oktober 2023 dan tidak pernah melewatkan satu hari pun.

Setiap hari, ia berdiri di titik-titik ramai seperti Stasiun Shinjuku dan Shibuya, membawa bendera dan papan tuntutan. Ia menyerukan gencatan senjata dan menolak genosida di Gaza. "Meskipun aku sendirian, aku ingin menyuarakan pendapatku," katanya, seperti dikutip dalam unggahan media sosial yang viral.

Motivasinya muncul setelah ia pulih dari COVID-19 pada akhir 2023. Saat itu, ia melihat rekaman kondisi warga sipil di Gaza melalui media sosial dan merasa tergugah. Ia prihatin dengan budaya masyarakat Jepang yang cenderung diam dan konformis terhadap isu kemanusiaan global. Baginya, membela hak hidup manusia adalah kewajiban moral yang mutlak, terlepas dari apakah aksinya membawa perubahan besar atau tidak.

Perjalanan aksinya tidak mudah. Mayoritas pejalan kaki mengabaikannya, berpura-pura tidak melihat. Ia kerap menerima kritik, diteriaki, bahkan menghadapi respons agresif dari sebagian turis asing atau kelompok yang berseberangan. Namun, ia tetap bertahan, berdiri kokoh di bawah terik matahari maupun guyuran hujan deras.

Meski demikian, kegigihannya menuai pengakuan internasional. Video aksinya viral di media sosial, dan akun Instagramnya kini diikuti ratusan ribu orang dari berbagai negara. Banyak turis mancanegara sengaja datang ke Shinjuku hanya untuk menyapanya langsung. Duta Besar Palestina untuk Jepang menyatakan bahwa keteguhan Furusawa memberikan kekuatan moral yang besar bagi warga Gaza. Rekaman aksinya bahkan dilaporkan telah ditonton oleh masyarakat di dalam wilayah konflik tersebut.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags