Wardatina Mawa: Maaf Masih Ada, Tapi Jalur Hukum Tetap Berjalan

- Kamis, 11 Desember 2025 | 09:10 WIB
Wardatina Mawa: Maaf Masih Ada, Tapi Jalur Hukum Tetap Berjalan

Wardatina Mawa: Pintu Maaf Terbuka untuk Inara Rusli, Tapi...

Di Bogor, Selasa (10/12) lalu, Wardatina Mawa tampak masih menunggu. Bukan menunggu hujan reda, tapi sebuah permintaan maaf yang hingga kini tak kunjung datang dari Inara Rusli. Perempuan yang dinikahi siri oleh suaminya, Insanul Fahmi, itu dinilai Mawa belum menunjukkan itikad baik sama sekali.

"Belum ada sedikitpun itikad baik dari kakak itu untuk minta maaf," ujar Mawa tegas.

Meski hati terluka karena rumah tangganya dianggap hancur, Mawa mengaku masih mau membuka pintu maaf. Namun begitu, langkah hukum yang sudah dia jalankan tak serta merta berhenti. Dua hal ini berjalan beriringan baginya.

"Nggak apa-apa sih kalau ada niat untuk minta maaf, aku welcome, dan aku bakal menghargai hal itu," katanya. Lalu dengan nada lebih mantap dia menambahkan, "tapi tetap ya proses hukum aku akan mempertimbangkan."

Laporan atas dugaan perzinaan terhadap Inara dan Insanul sudah diajukan. Berkas-berkas pendukung, mulai dari rekaman CCTV hingga bukti elektronik lainnya, konon sudah diserahkan ke penyidik. Prosesnya sudah bergulir.

Minggu lalu, tepatnya 4 Desember, Mawa memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Dia diperiksa sebagai saksi, menjawab 26 pertanyaan yang diajukan penyidik. Sekarang? Dia lagi menunggu panggilan tahap berikutnya. "Iya sudah serahin semua bukti ke penyidik, tapi belum ada panggilan lagi. Insya Allah minggu depan ada panggilan dari Polda," bebernya.

Yang menarik, di tengah keruhnya perseteruan hukum ini, komunikasi dengan Insanul Fahmi ternyata belum sepenuhnya putus. Mawa mengungkapkan, mantan suaminya itu masih mengiriminya pesan, bukan soal kasus, tapi justru mengingatkannya pada hal-hal spiritual.

"Ada (komunikasi dengan Insan), tadi malam juga di-chat disuruh tahajud, jangan lupa tahajud, jangan lupa zikir," ungkapnya. Situasi yang cukup ironis, mengingat mereka sedang berhadapan di ranah hukum.

Jadi, meski pintu maaf masih terbuka lebar untuk Inara, jalan panjang di kepolisian tampaknya akan terus ditempuh. Dua hal yang bagi Mawa, untuk saat ini, harus berjalan sendiri-sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler