PDIP Gelar Rakernas dan HUT ke-53, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang

- Jumat, 09 Januari 2026 | 10:50 WIB
PDIP Gelar Rakernas dan HUT ke-53, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang

Stadion megah Beach City International di Ancol, Jakarta, bakal jadi saksi keramaian besar awal tahun depan. Tanggal 10 hingga 12 Januari 2026, PDIP akan menggelar dua acara penting sekaligus: peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-53 dan Rapat Kerja Nasional. Acara ini, tentu saja, bukan sekadar seremoni. Partai berlogo banteng itu dikabarkan akan membahas sikap politiknya menghadapi berbagai isu yang sedang panas.

Menjelang acara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah mulai bicara. Lewat keterangan tertulisnya Jumat lalu (9/1/2026), Hasto menegaskan posisi partainya di era pemerintahan Prabowo Subianto.

"PDI Perjuangan menegaskan diri sebagai Partai Penyeimbang dengan kerja nyata di tengah rakyat di tengah berbagai bencana yang melanda di Tanah Air, dengan spirit kemanusiaan, keadilan dan keberpihakan kepada rakyat,"

Begitu penegasan Hasto. Gaya bahasanya khas, penuh dengan retorika perjuangan yang sudah lama melekat pada partai tersebut.

Nah, untuk Rakernas kali ini, PDIP memilih tema yang cukup filosofis: Satyam Eva Jayate. Sub temanya lebih puitis lagi, ‘Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya’. Menurut Hasto, tema ini bukan pilihan kosong. Ia menyebutnya sebagai "perisai moral" dengan standar kebenaran ideologi Pancasila, yang merujuk pada spirit kelahirannya di tanggal 1 Juni 1945.

Bagi kalangan muda, pesannya ingin lebih aplikatif. Hasto bilang, Satyam Eva Jayate harus jadi pedoman di dunia digital agar mereka berani bersuara kritis. Itu bagian dari kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi. Tapi yang menarik, dia juga menyelipkan soal keberanian mengambil jalan ‘anti-mainstream’ dalam memperjuangkan kebenaran. Sebuah sinyal yang cukup jelas tentang posisi mereka.

Di sisi lain, Hasto juga menyinggung soal godaan pragmatisme politik yang kerap menghantam partai-partai besar. Komitmen untuk setia di jalan rakyat, katanya, harus tegak lurus. "Keteguhan terhadap posisi ‘di sanalah aku berdiri’ juga menggambarkan kesetiaan pada jalan kerakyatan di tengah godaan pragmatisme politik," lanjutnya. Sebuah pernyataan yang terdengar seperti pengingat internal sekaligus pesan untuk publik.

Rakernas nanti rencananya bakal dihadiri jajaran lengkap pengurus. Mulai dari pusat, hingga ketua, sekretaris, dan bendahara di tingkat daerah provinsi, kabupaten, dan kota. Tak ketinggalan, anggota fraksi DPR RI dan DPRD, plus kepala daerah yang berasal dari PDIP, juga dijadwalkan hadir. Suasanya pasti akan ramai.

Acara besar ini, kata Hasto, merupakan tindak lanjut dari Kongres ke-VI PDIP yang digelar Agustus 2025 lalu. Jadi, bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Di sana, sikap politik partai akan dirumuskan dan disampaikan.

"Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,"

Imbuhnya. Daftar panjang itu menunjukkan agenda Rakernas bakal sangat padat. Dari isu global sampai urusan rumah tangga partai sendiri, semua akan dibedah. Tinggal tunggu, seperti apa bunyinya nanti.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar