Senin malam di Kota Mykolaiv, Ukraina selatan, tidak lagi sunyi. Suara ledakan keras tiba-tiba mengoyak udara, meninggalkan kekacauan dan korban jiwa. Pihak berwenang setempat mengkonfirmasi, tujuh petugas polisi mengalami luka-luka dalam insiden itu.
Dari ketujuh korban, kabarnya dua orang berada dalam kondisi yang sangat kritis. Kejadian malam itu seolah menjadi lanjutan dari rentetan kekerasan yang memilukan. Coba bayangkan, baru dua hari sebelumnya, kota Lviv di barat juga diguncang insiden serupa sebuah aksi yang oleh pemerintah Kyiv langsung dicap sebagai "serangan teroris" Rusia.
Menurut Kepala Polisi Nasional Ivan Vyguivsky, ledakan di Mykolaiv terjadi tepat pada pukul 18.10 waktu setempat. Situasi di rumah sakit pun tegang.
"Para dokter berjuang untuk menyelamatkan nyawa (korban luka serius)," ujar Vyguivsky.
Vyguivsky sendiri enggan merinci apa penyebab pasti ledakan tersebut. Namun, ia tak ragu menyebutnya sebagai "serangan yang ditargetkan". Tujuannya jelas, katanya, untuk "membunuh petugas polisi Ukraina" dan "menggoyahkan stabilitas negara" terutama di saat-saat mendekati peringatan empat tahun invasi Rusia.
Artikel Terkait
BPBD DKI Tegaskan Semua ASN WFO, Tak Ada Pengecualian WFH
Oracle PHK Ribuan Karyawan demi Investasi AI, Tapi Gaji CFO Baru Capai Miliaran Rupiah
BEI Ungkap 9 Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Presiden Prabowo Dikawal Enam Jet Tempur dalam Penerbangan ke Magelang, Sambut HUT ke-80 TNI AU