Kegelisahan melanda warga Kalideres, Jakarta Barat. Penyebabnya, proyek pembangunan rumah duka dan krematorium yang tiba-tiba muncul di dekat RSUD setempat. Yang paling membuat mereka gerah, klaim warga, adalah minimnya sosialisasi. Mereka merasa tak pernah diajak bicara.
Spanduk-spanduk penolakan pun terpampang jelas di lokasi proyek, berjejer tanda tangan warga yang menolak kehadirannya. Kekhawatiran mereka beragam, mulai dari soal lalu lintas yang dipastikan makin macet, dampak lingkungan, hingga alih fungsi lahan yang dianggap tak transparan.
Perwakilan warga Perumahan Citra 2, Budiman Tandiono, mengungkapkan keheranannya. Menurutnya, warga sama sekali buta informasi soal proyek ini. Mereka baru ngeh saat mendengar suara bising alat berat beroperasi di pertengahan Februari lalu.
Begitu kata Budiman, seperti dilaporkan Antara, Senin (23/2/2026).
Artikel Terkait
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Lebanon Berlanjut, Tawarkan Negosiasi Damai
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi