Sebanyak 2.300 aparatur sipil negara (ASN) akan menjalani pelatihan sebagai komponen cadangan (Komcad) pada gelombang kedua tahun ini. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto mengungkapkan bahwa program tersebut direncanakan berlangsung selama satu setengah bulan, dimulai pada Agustus 2026.
“Jadi gelombang kedua, target kita di tahun ini 4.000 ASN untuk menjadi Komcad. Saat ini sudah sekitar 1.700. Bulan Agustus nanti kita akan laksanakan untuk yang tahap kedua sejumlah 2.300 selama 1,5 bulan,” ujar Donny kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Kementerian Pertahanan (Kemhan) telah menyiapkan berbagai aspek teknis untuk pelaksanaan latihan tahap lanjutan ini. Donny menambahkan, koordinasi dengan sejumlah kementerian terkait juga telah dilakukan guna menjaring ASN yang akan mengikuti program tersebut.
“Jadi untuk tahap kedua kita juga sudah siapkan, kita juga sudah koordinasi dengan kementerian-kementerian untuk mendapatkan ASN-ASN yang akan kita latih menjadi komponen cadangan,” katanya.
Ke depan, Kemhan menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki dua batalyon Komcad. Menurut Donny, target tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang Kementerian Pertahanan dalam memperkuat sistem pertahanan negara dari tingkat daerah.
“Ya, jadi harapannya kita di tiap kabupaten itu ada dua batalyon Komcad, selain satu batalyon infanteri. Kita juga mengharapkan di tiap-tiap kabupaten, 514 kabupaten, itu juga ada dua batalyon Komcad. Kita harapkan seperti itu, targetnya seperti itu,” ucapnya.
Artikel Terkait
Polres Ogan Ilir Dialog dengan Ojol dan Pengemudi Bentor Jelang Operasi Patuh Musi 2026
Pemerintah Bantah Program Komcad ASN Langkah Militerisasi, Tegaskan sebagai Amanat Konstitusi Bela Negara
Rubio Bantah Tuduhan Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Sebut Presiden Justru Kerap Telepon Dini Hari
Hizbullah Tolak Seruan AS Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan