Tabungan Emas Tembus 13,7 Ton, Nasabah Pegadaian Meroket Jadi 3,8 Juta

- Kamis, 20 November 2025 | 08:54 WIB
Tabungan Emas Tembus 13,7 Ton, Nasabah Pegadaian Meroket Jadi 3,8 Juta
Update Kinerja Holding Ultra Mikro

Hingga akhir September 2025, ada kabar bagus dari layanan Tabungan Emas Pegadaian yang tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM. Tercatat, simpanan emas mereka sudah mencapai 13,7 ton. Angka ini melonjak cukup signifikan, yaitu 66,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Yang tak kalah menarik, jumlah nasabah aktifnya juga meroket jadi 3,8 juta orang. Ini jelas menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi yang aman dan terjangkau semakin kuat.

Menurut Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, pertumbuhan ini bukanlah suatu kebetulan. "Layanan bullion dan aplikasi digital Tring dari Pegadaian juga turut memperkuat posisi BRI Group dalam ekosistem emas nasional," ujarnya dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan III 2025 di Jakarta, Kamis (30/10). Acara itu digelar di Kantor Pusat BRI dan menjadi momen penting untuk memaparkan capaian perseroan.

Di sisi lain, komitmen BRI bersama Pegadaian dan PNM dalam memperluas akses keuangan untuk lapisan masyarakat terbawah memang terus membuahkan hasil. Mereka tak cuma fokus pada pembiayaan mikro, tapi juga ingin bermain lebih besar di ekosistem emas nasional. "Kita tidak hanya melayani dari sisi pembiayaan mikro, namun kita ingin tumbuh di ekosistem emas nasional," ungkap Hery lagi.

Strategi diversifikasi layanan pun terus digenjot. BRI Group berencana memperluas jangkauan di ekosistem emas nasional atau Bullion Services. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nasabah ritel dan korporasi. Mulai dari pembiayaan modal kerja berbasis emas, produk tabungan dan deposito emas, perdagangan, hingga jasa penitipan. Semua ini adalah wujud komitmen mereka dalam menghadirkan solusi keuangan yang inovatif dan berkelanjutan.

Transformasi digital juga jadi perhatian utama. Pegadaian bersama BRI sudah meluncurkan dua inisiatif penting. Pertama, ada aplikasi Tring!, sebuah super app yang menghadirkan layanan emas secara digital. Fiturnya lengkap: tabungan emas, gadai emas, cicilan emas, cetak emas, plus berbagai layanan keuangan lain seperti bayar tagihan dan top-up e-wallet. Intinya, semua dibuat semudah mungkin buat nasabah.

Kedua, mereka mengintegrasikan layanan emas Pegadaian ke dalam aplikasi BRImo. Di sana, nasabah bisa mengakses tabungan emas, cicil emas, cetak emas, dan transfer emas tanpa harus berpindah aplikasi. Praktis banget, kan?

Sementara itu, kinerja BRI secara keseluruhan hingga Triwulan III 2025 juga menunjukkan tren positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% year-on-year menjadi Rp 1.474,8 triliun. Di sisi penyaluran kredit, ada kenaikan 6,3% YoY menjadi Rp 1.438,1 triliun. Semua perbaikan fundamental ini berdampak langsung pada laba bersih perseroan, yang berhasil mencapai Rp 41,2 triliun.

Hery menutup pernyataannya dengan pesan optimis. "Kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat." Mereka akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga kualitas aset, dan mendalami transformasi melalui program BRIVolution Reignite. Semuanya dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi, tentunya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar