Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi setelah sebelumnya sempat dicari penyidik dalam operasi tangkap tangan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Hingga Kamis pagi, pemeriksaan terhadap mantan Direktur Jenderal Imigrasi itu masih berlangsung di gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa proses pemeriksaan terhadap Silmy terus berjalan sejak malam sebelumnya. “Sampai pagi pemeriksaan masih berlangsung,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).
Silmy menyerahkan diri pada Rabu (3/6) malam, beberapa jam setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, lembaga antirasuah mengamankan total 17 orang, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta.
Menurut aturan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari seluruh pihak yang diamankan. Terkait nasib Silmy dan belasan orang lainnya, KPK berencana mengumumkannya pada hari ini. “Nanti disampaikan ya,” imbuh Budi.
Sebelum menyerahkan diri, KPK sempat mencari keberadaan Silmy setelah operasi tangkap tangan berlangsung. Keberadaan mantan Dirjen Imigrasi itu terdeteksi masih berada di Jakarta. Penyidik pun mengimbau agar ia bersikap kooperatif.
“Kita masih akan menelusuri terkait dengan informasi itu, sehingga tim tentunya kemudian membutuhkan kehadiran dan juga keterangan dari yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami juga mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri ke KPK sehingga bisa membantu proses penanganan perkara ini,” kata Budi, Rabu (3/6).
Pada malam harinya, Silmy akhirnya tiba di gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan kemeja abu-abu. Saat menyerahkan diri, ia tampak menuju meja petugas, namun tidak membawa identitas diri. Ketika ditanya soal pencarian oleh penyidik, Silmy tidak banyak berbicara. Ia hanya mengaku masih menjalani aktivitas seperti biasa sebelum akhirnya mendatangi KPK. “Ya gini aja, menyelesaikan agenda,” katanya singkat.
Setelah mengisi data diri, Silmy langsung digiring menuju lantai atas gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait operasi tangkap tangan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.
Artikel Terkait
Trump Akui Maki Netanyahu dalam Panggilan Telefon, Retakan Hubungan AS-Israel Mulai Terlihat
Peneliti UGM: Gas Hidrogen dari Limbah Pemotongan Ayam Diduga Picu Api Misterius di Sleman
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Terjun ke Rumah Warga di Pati, Sandal Sopir Tersangkut Pedal Gas
Banggar DRI: Sejak Awal Kami Peringatkan BGN soal Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis