Pengaruh Zionisme di dunia hiburan tampaknya tak lagi sekuat dulu. Perubahannya bisa dirasakan.
Bayangkan saja. Dave Chappelle komedian legendaris yang namanya dikenal di mana-mana berdiri di atas panggung. Tanpa banyak basa-basi, lewat canda dan sindirannya yang khas, ia menyampaikan satu hal: ia tak punya rasa hormat untuk Israel. Ia bahkan menyebut fakta bahwa 240 jurnalis tewas dalam tiga bulan terakhir. Saat seorang selebritas sekaliber Chappelle berani bersuara seperti itu, jelas sudah terjadi pergeseran. Sesuatu yang bersejarah.
“Israel killed 240 journalists in the last 3 months.”
Dave Chappelle during his new stand up comedy special.
Memang, gelombang perubahan ini bukan cuma terjadi di panggung komedi. Rasanya di berbagai sektor, baik di AS maupun internasional, ada sesuatu yang mulai retak. Ketakutan untuk bicara soal Israel pelan-pelan menguap. Keheningan yang dulu menyelimuti, kini pecah berantakan. Mantra lama seakan kehilangan kekuatannya.
Menurut Suhair Nafal, seorang warga AS keturunan Palestina, ini adalah tanda.
Dan kalau kita renungkan, ini bukan sekadar soal politik belaka. Di sisi lain, ketika cengkeraman Zionisme benar-benar melonggar, yang terjadi nanti adalah sebuah pertanggungjawaban moral. Sebuah perhitungan yang sudah lama dinanti.
Artikel Terkait
IPK Indonesia Anjlok ke 34, Persepsi Dunia Usua Jadi Pemicu Utama
14 Februari: Tak Hanya Valentine, Juga Hari Kesadaran Cacat Jantung dan Pemberian Buku
Pengamat Kritik Wacana Perluasan Peran TNI dalam Revisi UU Terorisme
BI Buka Layanan Penukaran Uang Baru 2026 via Aplikasi PINTAR