Laporan terbaru dari Kantor Anggaran Kongres (CBO) memproyeksikan gambaran keuangan AS yang suram. Utang nasional negara itu diprediksi bakal melonjak hingga menyentuh angka fantastis: 64 triliun dolar AS dalam sepuluh tahun ke depan. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar 1,08 kuintiliun. Jumlah yang sulit dibayangkan.
Nah, pemicu utama dari lonjakan ini adalah defisit anggaran yang diperkirakan naik tajam. Dari 1,9 triliun dolar di tahun fiskal 2026, angkanya bisa melesat ke 3,1 triliun dolar pada 2036. Menurut analisis CBO lembaga nonpartisan yang jadi rujukan Kongres penyebabnya tak lepas dari kebijakan pemotongan pajak era Presiden Donald Trump. Dampak kebijakan itu, rupanya, jauh melampaui pendapatan yang dihasilkan dari tarif baru.
Padahal, beban utang AS saat ini sudah tidak ringan. Posisinya berkisar di 37 triliun dolar. CBO sebelumnya bahkan sudah memperingatkan, utang akan bertambah 20 triliun dolar pada 2033. Prediksi terbaru ini seolah mengonfirmasi bahwa trennya makin parah.
Di sisi lain, Trump sendiri punya cara lain untuk menangani ini. Lewat unggahan media sosial pada Rabu lalu, dia kembali mendesak Federal Reserve untuk memotong suku bunga.
"Amerika Serikat seharusnya membayar jauh lebih sedikit untuk pinjamannya," tulisnya.
Artikel Terkait
Pembangunan Rusun di Bantaran Rel Senen Ditargetkan Mulai Mei 2026
Maarten Paes Raih Kiper Terbaik PSSI Awards 2026, Tekankan Pentingnya Kerja Kolektif
Dua Personel UNIFIL Tewas dalam Ledakan di Lebanon Selatan
KPK Tetapkan Dua Pengusaha Haji sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota