Klok Buka Suara Soal Sakit Hati Jelang Duel Panas Persib vs Persija

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:45 WIB
Klok Buka Suara Soal Sakit Hati Jelang Duel Panas Persib vs Persija

BANDUNG – Udara di Kota Kembang terasa sedikit lebih panas menjelang akhir pekan. Bukan cuma karena cuaca, tapi juga menyambut duel panas Persib kontra Persija, Minggu besok. Di tengah hiruk-pikuk itu, sang kapten Maung Bandung, Marc Klok, justru berbicara tentang satu hal: sakit hati. Ya, topik itu selalu melekat padanya, terutama karena masa lalunya bersama sang lawan.

Laga pekan ke-17 Super League 2025-2026 ini bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Kick-off jam setengah empat sore. Tapi, jauh sebelum bola menggelinding, sorotan sudah tertuju pada Klok. Bagi sebagian pendukung Persija, dia masih dianggap pengkhianat sejak hengkang pada 2021. Bahkan, ada yang menyamakan kepindahannya dengan drama Luis Figo dulu, saat pindah dari Barcelona ke Real Madrid.

Klok sendiri mencoba memandangnya dengan kepala dingin. Bagi dia, kepindahan itu cuma bagian dari lika-liku karier pesepakbola. Yang dia ingat justru kenangan manis di Persija, terutama saat mempersembahkan trofi Piala Menpora 2021. Ironisnya, gelar itu diraih justru setelah mengalahkan Persib di partai puncak.

“Saya punya waktu indah bersama tim lawan itu, dapat trofi juga. Tapi ya, hidup kan gitu. Kadang ada hal yang terjadi, lalu kita move on. Saya nggak bawa perasaan sakit hati,” ujar Klok saat jumpa pers di GBLA, Sabtu (10/1).
“Soal Figo, saya nonton juga dokumenternya. Saya juga pernah dapat kesulitan waktu pindah. Tapi saya pemain berdeterminasi, pengen menang. Ke mana pun saya pergi, ya saya juara,” tambahnya, lugas.

Pindah ke Persib, bagi Klok, seperti menemukan rumah baru. Tempat yang harus dia hormati sepenuhnya. Meski begitu, dia mengaku masih kerap mendapat cacian dari orang-orang yang merasa dikhianati, terutama jika penampilannya buruk atau hasil tim tak memuaskan.

“Lucunya, kalau lagi main jelek, cacian dari mereka yang merasa saya khianati itu masih datang,” paparnya sambil tersenyum getir.
“Tapi ya ini hidup. Saya harus hadapi. Ini tentang bagaimana saya berusaha maksimal. Besok, kesempatan kami tunjukkan siapa Persib, siapa Klok, dan siapa yang menang,” tegas pria 32 tahun itu. “Mari lihat siapa pemenangnya, tanpa ada sakit hati. Saya cuma ingin merangkul kota ini, tunjukkan dedikasi, dan buktikan kami layak di puncak.”

Di sisi lain, sebagai pemain Timnas, targetnya jelas: tiga poin. Klok mengaku sudah memberi tahu rekan-rekan setimnya, terutama yang baru bergabung, tentang betapa besarnya arti laga ini. Dia bilang, mereka sebenarnya sudah bisa merasakan gegap gempitanya lewat media sosial.

“Mereka lihat sendiri komentar-komentar di online. Minggu ini lebih rame dari biasanya. Jadi semua sudah tahu, kami harus siap total,” ujar Klok.
“Buah saya, pelatih bilang nggak perlu motivasi khusus buat laga kayak gini. Tapi saya tetap ingatkan, besok itu artinya apa buat tim, buat Bobotoh, dan buat Bandung secara keseluruhan,” pungkasnya.

Semua sudah siap. Tinggal menunggu waktu. Di GBLA nanti, sorak-sorai, tensi tinggi, dan sejarah baru akan ditulis. Dan Marc Klok, dengan segala beban masa lalunya, akan berada di tengah pusaran itu semua.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar