Lonjakan Wisatawan Asing di Batam Dorong Pengembangan Kawasan Komersial Terpadu

- Kamis, 26 Februari 2026 | 18:35 WIB
Lonjakan Wisatawan Asing di Batam Dorong Pengembangan Kawasan Komersial Terpadu

Geliat pariwisata Batam di penghujung 2025 benar-benar terasa. Kunjungan wisatawan asingnya melonjak, dan itu bukan angin lalu. Data BPS menunjukkan, di kuartal terakhir tahun itu, lebih dari 460 ribu wisman tercatat datang. Tren bulanannya pun stabil, selalu berada di kisaran 140 hingga 160 ribu orang. Nah, lonjakan ini bukan cuma sekadar angka. Ia jadi sinyal kuat: kebutuhan akan kawasan komersial yang mumpuni untuk menampung arus pengunjung ini semakin mendesak.

Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, melihat tren ini sebagai sesuatu yang positif. Menurutnya, ini jelas menunjukkan daya tarik Batam yang kian menguat.

“Tren kunjungan sudah stabil dan terus meningkat. Ini menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Di sisi lain, para pengembang punya cara pandang sendiri. Francesca, Direktur Tana Group, menegaskan bahwa pola konsumsi masyarakat sudah berubah. Kini, orang tidak lagi sekadar datang untuk bertransaksi. Mereka mencari pengalaman, ingin berinteraksi, dan menghabiskan waktu lebih lama di satu tempat. Artinya, ruang usaha pun harus beradaptasi. Ia tak bisa lagi berdiri sendiri, tapi harus terintegrasi dalam sebuah ekosistem yang hidup.

“Kami merancang AURUM bukan sebagai proyek jangka pendek, tetapi sebagai kawasan yang akan terus hidup dan berkembang. SOBIZ hadir bukan hanya sebagai tempat usaha, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang dirancang untuk menciptakan traffic, memperkuat bisnis, dan memberikan nilai investasi yang berkelanjutan,” tambah Francesca.

Nah, sebagai jawabannya, Tana Group meluncurkan SOBIZ di kawasan AURUM. Konsepnya mereka sebut 24/7 Urban Hub. Intinya, bisnis, gaya hidup, dan rekreasi disatukan dalam satu lingkungan yang aktif sepanjang hari. Ini jelas berbeda jauh dengan ruko konvensional yang biasanya terpencil, jam operasinya terbatas, dan nilai investasinya cenderung stagnan karena minim diferensiasi.

SOBIZ sendiri singkatan dari Shop, Office, and Business. Fase pertamanya, yang diluncurkan lebih dulu, ludes terjual hanya dalam hitungan bulan. Kini mereka masuk fase kedua dengan produk terbaru, SOBIZ Festive, yang mengusung desain bergaya Neo Retro.

Yang menarik, kawasan ini didesain dengan sangat matang. Di tengahnya, ada danau buatan seluas dua hektar bernama Aurum Qua. Ia menjadi jantung aktivitas, dilengkapi dengan air mancur menari dan instalasi seni ikonik sebagai penanda visual. Suasana malamnya dihidupkan oleh Aurum Urban Lights, sementara pengunjung yang ingin bersantai bisa menikmati kuliner unik di Aurum Float ‘N Dine atau sekadar jalan-jalan di jalur pedestrian tematik, Aurum Groove Promenade.

Tak ketinggalan fasilitas penunjang gaya hidup sehat. Ada trek jogging sepanjang 1,3 kilometer, plaza terbuka, belasan spot taman, bahkan area khusus hewan peliharaan. Untuk urusan yang lebih serius, tersedia Aurum Sport Hub dan ruang MICE yang bisa menampung berbagai acara, dari komunitas hingga komersial.

Dengan segudang fasilitas itu, AURUM jelas bercita-cita lebih dari sekadar tempat jualan. Ia ingin jadi destinasi terpadu yang memenuhi segala kebutuhan dalam satu lingkaran. Proyek ini juga tak main-main dalam eksekusi. Mereka menggandeng SIURA, konsultan berbasis Singapura, untuk memastikan standar kualitas. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai sekitar 20 persen, dengan pengawasan ketat agar semuanya berjalan sesuai rencana.

Dampaknya untuk kawasan Bengkong diproyeksikan akan sangat signifikan. Selain mendongkrak nilai estetika dan fungsional, kehadiran AURUM diharapkan bisa memacu ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan tentu saja, meningkatkan nilai properti di sekitarnya. Jika semua berjalan mulus, Bengkong berpotensi menjelma menjadi pusat komersial baru yang sangat diperhitungkan di Batam.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar