Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik

- Kamis, 26 Februari 2026 | 18:30 WIB
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik

Jakarta Selatan sore itu tampak ramai. Di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, suasana berbeda terasa. Sejak pukul lima, ruangan sudah dipenuhi tamu dari berbagai kalangan. Mereka berkumpul untuk satu acara: buka puasa bersama yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Hadir tak hanya dari internal kepolisian. Tampak juga perwakilan dari beragam ormas, organisasi kepemudaan, hingga mahasiswa dari sejumlah kampus di Ibu Kota. Acara yang digelar Kamis (26/2/2026) ini jelas bukan sekadar acara buka-bukaan biasa, tapi ajang silaturahmi yang cukup berarti.

Jenderal Sigit sendiri datang tepat waktu. Ia tampak mengenakan seragam dinas lengkap, dengan peci hitam yang rapi. Di sampingnya, beberapa nama penting seperti Komjen Yuda Gustawan dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri turut mendampingi, plus sejumlah pejabat utama Mabes Polri lainnya.

Acara pun dimulai dengan lantunan merdu. Pembacaan Al-Qur'an oleh qari cilik Muhammad Zian Fahrezi menyentuh hati, dilanjutkan tilawah dari Risa Rosalia Dewi. Nuansa religius kian kental ketika pemberian tali asih untuk perwakilan anak yatim dilakukan. Suasana haru pun sempat tercipta.

Namun begitu, puncaknya adalah tausiyah yang dibawakan Ustaz Abdul Somad (UAS). Ceramahnya yang khas langsung menyita perhatian seluruh undangan. Setelah itu, barulah mereka bersama-sama menyantap hidangan berbuka.

Rupanya, ini bukan agenda satu-satunya. Sehari sebelumnya, Rabu (25/5), Kapolri juga sudah mengadakan buka puasa bersama dengan insan pers. Jenderal Sigit dengan gamblang menyebut acara itu sebagai bentuk jalinan silaturahmi dan penguatan sinergi antara Polri dan media.

"Ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan," ujarnya di Gedung Rupatama Polri.

Bagi Sigit, media bukan sekadar partner biasa. Posisinya sangat strategis. "Menurutnya, suara media adalah suara publik," tegasnya.

"Oleh karena itu tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi," sambung Kapolri.

"Dan hal-hal tersebut menjadi tolak ukur. Begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar," tambahnya lagi.

Penekanannya jelas. Institusi yang dipimpinnya punya kewajiban menindaklanjuti setiap aspirasi yang disuarakan media, karena itu mewakili kepentingan orang banyak. Di akhir pernyataannya, Sigit kembali mengingatkan tentang kekuatan persatuan.

"Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar