Taufiq LIDA Buka Suara: Bantuan untuk Korban Longsor Aceh Masih Jauh dari Cukup

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 18:40 WIB
Taufiq LIDA Buka Suara: Bantuan untuk Korban Longsor Aceh Masih Jauh dari Cukup

Longsor Aceh, Taufiq LIDA Ungkap Bantuan yang Ada Belum Cukup

Kondisi terkini kampung halamannya di Aceh dibagikan oleh penyanyi dangdut Taufiq LIDA. Wilayah itu termasuk yang paling parah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra. Kerusakannya luar biasa, dan yang paling memilukan, banyak korban jiwa berjatuhan.

Di sisi lain, bantuan yang sampai ke lokasi masih jauh dari kata memadai. Taufiq bahkan mengaku bisa memahami jika banyak bupati yang terlihat 'menyerah'. Beban yang mereka tanggung terlalu berat.

"Bencananya sangat besar, tapi bantuannya sangat sedikit. Makanya nggak heran kalau banyak bupati yang sudah mengibarkan bendera putih. Mereka memang nggak sanggup lagi," ujar Taufiq LIDA di kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (5/12).

Menurutnya, salah satu masalah terbesar adalah akses. Banyak jalan putus. Jembatan penghubung antar wilayah rusak parah, sehingga mengirimkan bantuan lewat darat nyaris mustahil.

"Logistik itu kuncinya. Ditambah BBM. Soalnya banyak jalan dan jembatan ke Banda Aceh yang putus total," tambahnya.

Keadaan di lapangan benar-benar memprihatinkan. Banyak warga, dari lansia sampai anak-anak, masih kelaparan. Bahkan, daerah-daerah yang terpencil dan jauh dari kota sama sekali belum terjamah bantuan.

"Anak-anak di beberapa tempat yang belum kebagian bantuan kondisinya memilukan. Mereka makan apa saja yang bisa ditemukan. Rumah-rumah? Sudah hilang tertimbun tanah, berubah jadi daratan baru," cerita Taufiq dengan nada berat.

Ia menyebut tiga hal yang paling krusial: sinyal komunikasi, logistik, dan tempat tinggal. Semuanya serba sulit.

Pengalaman pribadinya pun tak kalah mencekam. Taufiq sendiri sempat terjebak longsor di Takengon saat sedang berlibur. Butuh waktu berhari-hari baginya untuk bisa mencapai bandara di Bandar Meriah. Setelah antre dua hari penuh di bandara, akhirnya dia dan teman-temannya dievakuasi bersama pengungsi lain menggunakan pesawat Hercules menuju Medan. Perjalanan yang melelahkan, sekaligus membuka matanya betapa dahsyatnya bencana ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar