Air Sungai Ciujung di Serang Berubah Hitam dan Berbau Menyengat, Warga Khawatir Lahan Pertanian Tercemar

- Senin, 15 Juni 2026 | 21:30 WIB
Air Sungai Ciujung di Serang Berubah Hitam dan Berbau Menyengat, Warga Khawatir Lahan Pertanian Tercemar

Air Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, berubah warna menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat yang mengganggu warga sekitar. Kondisi ini diduga kuat akibat pencemaran limbah yang belum diketahui sumber pastinya.

Berdasarkan pantauan pada Senin (15/6/2026), di Kampung Jongjing, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, tampak lapisan minyak mengapung di permukaan air yang menghitam. Bau tidak sedap juga tercium jelas di sepanjang bantaran sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat setempat.

Salah seorang warga bernama Wiwi mengungkapkan bahwa perubahan warna air tersebut telah berlangsung selama lima hari terakhir. Ia mengaku sangat terganggu dengan aroma menyengat yang muncul dari aliran sungai.

"Sudah lima hari sekarang. Baunya menyengat," ujar Wiwi.

Wiwi tidak hanya mengeluhkan soal bau, tetapi juga menyimpan kekhawatiran terhadap dampak pencemaran ini pada lahan pertaniannya. Ia takut air yang tercemar akan merusak tanaman padi di sawah yang selama ini mengandalkan irigasi dari Sungai Ciujung.

"Orang setiap jalan bau, ya. Terus kalau mau diesel ini (disedot) kan nggak bisa. Kalau air kayak begini, keruh kan. Nggak bisa kalau dibuat sawah, kan nggak bisa untuk padi, Pak. Bisa-bisa mati padinya," tuturnya.

Menurut Wiwi, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Ia mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, air Sungai Ciujung sudah tiga kali berubah warna hitam dan berbau, dengan pola kemunculan setiap dua tahun sekali.

"Saya lihat sudah tiga kali ini, tiap dua tahun sekali. Saya kurang tahu kenapa ini, katanya limbah," ungkap Wiwi.

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Namun, setelah melihat dokumentasi foto yang dikirimkan, Kepala BBWSC3 Dedy Yudha menyatakan adanya indikasi pencemaran di sungai tersebut.

"Sepertinya tercemar," kata Dedy.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Banten, Wawan Gunawan, menyatakan akan segera menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Ia memastikan tim penegakan hukum lingkungan akan diturunkan untuk menyelidiki penyebab pencemaran.

"Nanti Gakkum turun," tegasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar