Camat Kamal Bantah Video Pocong Bercelurit yang Viral di Bangkalan, Sebut Itu Hoaks

- Senin, 01 Juni 2026 | 19:35 WIB
Camat Kamal Bantah Video Pocong Bercelurit yang Viral di Bangkalan, Sebut Itu Hoaks

Sebuah rekaman video yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong membawa celurit membuat geger warga Desa Gili, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura. Rekaman yang diambil pada tengah malam itu memperlihatkan makhluk berbaju putih bergerak melompat-lompat sambil mengetuk pintu rumah warga, dan dengan cepat menyebar luas di media sosial hingga memicu keresahan.

Dalam video yang beredar, sosok tersebut tampak mendatangi rumah-rumah penduduk dengan gerakan yang tidak lazim. Kehadirannya yang membawa senjata tajam membuat sejumlah warga merasa ketakutan, apalagi peristiwa itu terjadi pada malam hari. Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, kebenaran peristiwa itu mulai dipertanyakan oleh pihak berwenang.

Camat Kamal, Ainul Yaqin, dengan tegas membantah kabar yang menyebutkan adanya penampakan pocong bercelurit di wilayahnya. Menurut Yaqin, informasi tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada kejadian semacam itu karena aparat kecamatan bersama unsur Muspika Kamal secara rutin menggelar patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Informasi (pocong bercelurit) itu hoaks. Pihak kecamatan bersama unsur Muspika Kamal selama ini rutin melaksanakan patroli guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Kamal,” ujar Yaqin saat dikonfirmasi pada Senin (1/6).

Pernyataan tegas itu sekaligus menjadi imbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya. Yaqin meminta warga tidak perlu merasa resah atau khawatir terhadap kabar yang tidak dapat diverifikasi. “Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun resah,” tandasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian setempat juga belum menemukan bukti yang mendukung kebenaran peristiwa dalam video tersebut. Hingga saat ini, patroli rutin terus diperkuat sebagai langkah antisipatif agar situasi tetap kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya lebih luas.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar