Ammar Zoni kembali menghadapi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis lalu. Ruang sidang terasa tebal dengan atmosfer ketegangan. Kali ini, fokusnya bukan hanya pada kasus utamanya, tapi pada sebuah klaim yang sebelumnya sempat menggemparkan: soal dugaan pemerasan oleh oknum polisi.
Seperti yang ramai diberitakan, Ammar pernah menyebut ada permintaan uang sebesar Rp300 juta dari oknum untuk menyelesaikan kasusnya. Nah, di sidang ini, jaksa penuntut umum (JPU) menagih janji itu. Mereka menyinggung soal bukti percakapan yang dijanjikan Ammar untuk diserahkan. Rupanya, bukti yang ada tak sesuai klaim.
"Minggu lalu kamu menjelaskan kan, 'saya mau menyerahkan bukti ada percakapan antara Pipin dan juga Yossi mintain uang Rp300 juta'," tegas JPU di persidangan.
Suaranya terdengar jelas, menekankan poinnya. "Tapi (dibukti chat) ini (angka Rp300 juta) nggak ada, minggu lalu kamu bilang ada."
Ammar pun langsung membela diri. Aktor berusia 32 tahun itu berargumen bahwa permintaan uang sebanyak itu tentu tak akan disebutkan secara gamblang dalam chat WhatsApp. Namun begitu, ia tetap bersikukuh. Menurutnya, ajakan pertemuan yang tercatat dalam percakapan itu sudah mengindikasikan niat terselubung.
"Pastinya dia nggak akan menyebutkan secara Rp300 juta di dalam WhatsApp gitu lho," jawab Ammar.
Ia melanjutkan, "Nah tapi dia di situ kan kita udah bisa melihat kalau percakapan yang tadi saya bacakan, kalau di situ ada mengadakan pertemuan."
Di sisi lain, Ammar tetap percaya bahwa percakapan itu adalah petunjuk penting. Ia merasa itu membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Mantan suami Irish Bella itu juga menyinggung soal tenggat waktu satu minggu untuk pemberian uang. Sayangnya, waktu itu ia masih berada di sel pengasingan, sehingga tak bisa memenuhi permintaan pertemuan.
"Kalau bicarakan tapi tidak ada Rp 300 juta-nya di situ segala macam dan lain-lain, terus buat apa? Buat apa adanya percakapan itu?" ujarnya, mencoba menarik logika.
Ammar kemudian menjelaskan alur kronologisnya dengan nada yang sedikit frustrasi. "Ya sebenernya itu aja sih sebenernya logikanya gitu lo. Saya ditaruh di sel pengasingan, makanya kenapa kemarin diminta untuk segera keluarkan saya dulu dari sel itu gitu kan. Ada percakapannya gitu. Nah ya setelah itu ya udah nggak ada kabar lagi apa-apa gitu," jelasnya.
Sidang pun berlanjut. Klaim Ammar tentang pemerasan ini, setidaknya untuk sementara, tampak goyah karena ketiadaan bukti eksplisit yang ia janjikan. Namun, percakapan yang ia ajukan tetap menjadi bahan perdebatan yang menarik, meninggalkan tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Artikel Terkait
AS Siap Kembali ke Medan Perang di Teluk Jika Diperlukan, Kata Menhan Hegseth
Warga Desa Wabloi di Pulau Buru Siapkan Kurban dan Puasa Arafah Sambut Iduladha
MPR Hormati Proses Hukum Gugatan LCC Empat Pilar, Sidang Perdana Digelar 2 Juni 2026
Kamboja Hapus Denda Overstay bagi 5.950 WNI Korban Penipuan Daring