Luhut juga menyindir pihak-pihak yang menurutnya berbicara tanpa data, terutama yang menghubungkan utang Whoosh dengan isu Laut China Selatan. Ia menantang pihak-pihak tersebut untuk beradu data dan menegaskan bahwa kedua isu tersebut adalah hal yang terpisah.
Opsi Pembayaran Utang dan Peran Danantara
Sebelumnya, ide untuk menggunakan APBN dalam penyelesaian utang Whoosh muncul dari Danantara. Opsi yang diajukan antara lain penyertaan modal negara kepada PT KAI atau penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Danantara untuk melunasi utang Whoosh menggunakan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini mengingat laba BUMN yang sebelumnya dikelola Kementerian Keuangan kini sepenuhnya diambil alih oleh Danantara. Purbaya memperkirakan bunga utang Whoosh yang harus dibayar Danantara mencapai Rp2 triliun per tahun, sementara proyeksi pendapatan operasional Whoosh hanya Rp1,5 triliun.
Dengan adanya restrukturisasi utang dan komitmen dari kedua belah pihak, diharapkan beban finansial proyek Whoosh dapat dikelola tanpa membebani APBN.
Sumber: CNN Indonesia
Artikel Terkait
5,4 Juta Pekerja Ilegal: Pintu Terbuka bagi Perdagangan Manusia di Era Digital
Permainan Licin di Panggung Elite: Meritokrasi Hanya Ilusi?
Lahan Meikarta Dinyatakan Bersih, Siap Dibangun Rusun Bersubsidi
Nilai TKA Resmi Masuk Sistem, Menteri Muti Tegaskan Bukan Penghalang Masuk PTN