Tebing Ambrol di Bogor, Akses Kampung Terputus Usai Hujan Deras

- Minggu, 07 Desember 2025 | 14:50 WIB
Tebing Ambrol di Bogor, Akses Kampung Terputus Usai Hujan Deras

Hujan deras yang mengguyur kawasan Bogor akhir pekan lalu ternyata membawa dampak serius. Di Sukaraja, sebuah tebing tanah setinggi kurang lebih sembilan meter tiba-tiba ambrol. Material tanah dan bebatuan itu lantas menutupi akses jalan penghubung antar kampung di daerah Cimandala, memutus mobilitas warga untuk sementara waktu.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya berlangsung Sabtu malam sekitar pukul setengah sembilan. Hujan saat itu memang sangat lebat dan berlangsung cukup lama.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, membenarkan kejadian itu.

"Dikarenakan hujan dengan intensitas tinggi, dengan waktu yang lama mengakibatkan akses jalan dari Kampung Poncol ke Kampung Cinangneng tertutup longsor," jelas Adam, Minggu (7/12/2025).

Dia menyebutkan, tebing yang longsor itu punya panjang sekitar 10 meter. Untungnya, respons warga setempat cepat. Pembersihan material langsung digarap sejak malam itu juga dan berlanjut keesokan paginya. Hasilnya, jalan yang semula tertutup total kini sudah bisa dilalui lagi.

Meski begitu, pekerjaan belum sepenuhnya selesai.

"Untuk saat ini akses jalan yang tertutup material longsoran sudah dibersihkan oleh warga setempat. Dibutuhkan evakuasi lanjutan untuk penyemprotan sisa longsoran bersama," tambah Adam.

Namun begitu, persoalan tak hanya terjadi di Sukaraja. Di tempat terpisah, tepatnya di Kelurahan Ciparigi, Kota Bogor, kejadian serupa juga terjadi. Sebuah tebing setinggi tiga meter longsor dan mengancam rumah-rumah di bawahnya. Material longsor menutup jalan setapak dan bahkan menempel ke dinding rumah seorang warga.

Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadi Sasongko, memberikan gambaran yang lebih rinci.

"Tanah longsor terjadi di tebingan samping rumah Bapak Sugito, dengan tinggi longsor 3 meter dan lebar 10 meter. Longsoran menutupi akses jalan setapak warga dan menempel ke tembok rumah warga. Tembok ruang dapur rumah Bapak Sugito dikhawatirkan ambruk dan mengancam rumah dibawahnya," papar Dimas.

Kabar baiknya, dalam kedua insiden ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Tim BPBD sudah turun tangan melakukan penilaian dan koordinasi.

"Assessment, dokumentasi, dan koordinasi tanggap darurat kejadian, bersama dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan. Tidak ada warga yang mengungsi," imbuhnya, menegaskan situasi sudah lebih terkendali.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar