Di Banjarmasin, Senin lalu, suasana peresmian 166 sekolah rakyat cukup cair. Menteri Sosial Gus Ipul, yang biasa tampil santai, malah melempar canda ringan soal hubungannya dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Intinya, dia merasa nasib keduanya selalu terikat.
“Gubernur yang hadir di sini ada beberapa,” ucap Gus Ipul sambil menyebutkan sejumlah nama.
“Salah satunya ya Bu Khofifah. Terima kasih banyak.”
Menurutnya, Khofifah punya andil besar dalam program sekolah rakyat ini. Tapi kemudian, obrolannya berbelok ke hal yang lebih personal. Gus Ipul seolah tak bisa menghindar dari ‘takdir’ yang mempertemukannya terus dengan sang gubernur.
“Terima kasih Bu Khofifah. Nasib kita memang harus sering ketemu,” kelakarnya di hadapan hadirin.
“Saya ikut tiga kali Pilgub, pesaingnya sama: selalu Bu Khofifah. Tapi ya kita tetap baik. Tampaknya kami memang tidak boleh pisah.”
Candanya itu jelas mengacu pada sejarah politik mereka di Jawa Timur. Keduanya sama-sama pernah kalah dalam pertarungan pilkada, dan kini sama-sama memegang jabatan Menteri Sosial meski di periode yang berbeda. Sekilas, kelakar itu terdengar ringan. Namun di baliknya, terselip kisah panjang persaingan dan kerja sama yang akhirnya berujung pada kolaborasi. Acara di Kalimantan Selatan itu pun berlanjut dengan hangat, diwarnai tawa peserta yang memahami konteks guyonan sang menteri.
Artikel Terkait
Serpihan Helikopter Hilang Ditemukan di Sekadau, Evakuasi Terhambat Cuaca Buruk
Kemlu Evakuasi 45 WNI dari Iran via Jalur Darat Azerbaijan
Kebakaran Hanguskan 20 Rumah di Asrama Polri Ciledug
Petugas Tertibkan 14 Bangunan Liar di Gunung Sahari, Bekasnya Direncanakan Jadi Taman