PSSI Didorong Manfaatkan Peluang Darurat FIFA untuk Gantikan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:30 WIB
PSSI Didorong Manfaatkan Peluang Darurat FIFA untuk Gantikan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Peluang Tak Terduga untuk Garuda di Piala Dunia 2026

JAKARTA – Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 ternyata belum benar-benar padam. Ada celah kecil yang tiba-tiba terbuka, dan ini datang dari arah yang sama sekali tak disangka: meja regulasi FIFA. Pengamat sepak bola Justin, atau yang akrab disapa Coach Justin, baru-baru ini mengungkap hal menarik. Menurutnya, ada peluang hukum yang bisa dimanfaatkan PSSI, asalkan bergerak cepat dan cerdik.

Intinya, skuad Garuda berpeluang menggantikan posisi tim lain. Kok bisa? Ini berkaitan dengan kondisi geopolitik global yang sedang panas, khususnya di Timur Tengah. PSSI disarankan untuk segera menyusun langkah diplomasi yang strategis. Situasi seperti ini jarang terjadi, dan kalau dilewatkan, sayang sekali.

Konflik yang Mengubah Peta Kualifikasi

Memang, perjalanan Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia berakhir sebagai juru kunci Grup B. Tapi sepak bola itu penuh kejutan. Titik terang itu muncul justru dari situasi di luar lapangan, tepatnya dari ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat yang membuat kawasan itu mencekam.

Dampaknya langsung terasa ke agenda sepak bola. Ambil contoh Irak. Mereka seharusnya bertanding dalam play-off antarkonfederasi melawan pemenang Bolivia vs Suriname. Pertandingan itu dijadwalkan di Meksiko pada Maret 2026 mendatang. Nah, masalahnya, penutupan wilayah udara di kawasan konflik bikin rencana perjalanan tim Irak jadi kacau balau. Bisa-bisa mereka gagal berangkat sama sekali.

Coach Justin lewat kanal YouTube-nya bilang, “Partisipasi negara-negara Timur Tengah di kualifikasi sekarang sangat tidak jelas. Masalah keamanan dan penutupan wilayah udara jadi penghalang besar.”

Mengapa Justru Indonesia yang Berpeluang?

Kendala ini bukan cuma dirasakan pemain, tapi juga pelatih. Kabarnya, pelatih Irak, Graham Arnold, pun kesulitan untuk berangkat ke Meksiko. Nah, kalau Irak benar-benar absen, FIFA pasti akan kelabakan cari pengganti.

Secara logika, posisi itu mestinya jatuh ke tim yang kalah di fase sebelumnya, seperti Uni Emirat Arab atau Oman. Tapi di sinilah masalahnya: negara-negara itu juga terkena dampak geografis yang sama. Wilayah udaranya juga terganggu.

Di sinilah letak peluang emas Indonesia. Pertama, dari sisi logistik, Indonesia stabil. Tidak terdampak langsung konflik Timur Tengah. Kedua, akses penerbangan dari sini ke Meksiko masih terbuka dan relatif aman. Ketiga, secara administratif, kita sudah berada di jalur kualifikasi yang sama. Jadi, buat FIFA, memilih Indonesia sebagai pengganti darurat adalah opsi yang paling masuk akal dan mudah secara operasional.

Lobi dan Diplomasi Jadi Kunci

Coach Justin menekankan, situasi darurat kayak gini butuh langkah proaktif. Dia mendorong PSSI untuk nggak cuma menunggu kabar dari Zurich, tapi aktif menjalin komunikasi. “Ini tugas penting bagi PSSI untuk segera melobi FIFA,” tegasnya.

“Konflik bisa berlarut-larut. Indonesia harus siap kalau skenario luar biasa ini benar-benar terjadi. Jangan sampai kita hanya jadi penonton.”

Kalau upaya diplomasi ini berhasil dan FIFA memberi lampu hijau, sejarah baru bisa tercipta. Indonesia berpeluang melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 tanpa harus bertanding lebih dulu di fase play-off tersebut. Sebuah jalan pintas yang langka, yang bisa mengubah segalanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar