Dukungan dari Sektor Makroprudensial dan Pembayaran
Selain dari sisi suku bunga, BI juga akan mengandalkan instrumen makroprudensial untuk mendorong ekonomi. Kebijakan diarahkan untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil, khususnya sektor-sektor prioritas pemerintah, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian.
Transmisi kebijakan moneter yang lebih lancar dan program seperti Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) diharapkan dapat mempercepat penurunan bunga kredit komersial, sehingga memberi napas bagi dunia usaha.
Percepatan Transformasi Digital
Di lini lain, transformasi sistem pembayaran digital terus menjadi prioritas. BI akan fokus memperluas penerimaan pembayaran digital, memperkokoh struktur industri, serta meningkatkan keandalan infrastruktur pembayaran nasional. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menopang aktivitas ekonomi yang semakin efisien.
“Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sinergi dalam perluasan akseptasi pembayaran digital,” tukas Perry Warjiyo.
Secara keseluruhan, keputusan BI kali ini menampilkan pendekatan yang berimbang: menjaga ketahanan eksternal melalui stabilisasi rupiah, sambil mempersiapkan landasan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kanal kebijakan lainnya.
Artikel Terkait
HUT Bone ke-696 Jadi Momentum Genjot Pembangunan Infrastruktur
Kiai Ilyas Desak Penyelesaian Kasus KM 50 dan Vina dalam Istighotsah Kubro Cirebon
Cooper Flagg Cetak 45 Poin, Bawa Mavericks Taklukkan Lakers di Laga Sengit
Pengendara Motor Tewas Tabrakan dengan Bus Damri di Sarmi, Warga Sempat Blokir Jalan