SWARGANTARA - Bareskrim Polri bakal berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya temuan transaksi mencurigakan yang mengalir ke calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol).
Pernyataan itu menanggapi temuan PPATK belum lama ini soal adanya transaksi hingga Rp80,6 triliun dengan angka paling tinggi untuk satu parpol mencapai Rp9,4 triliun, termasuk aliran dana Rp7,7 triliun ke para caleg yang bersumber dari luar negeri.
"Nanti saya koordinasi dengan PPATK," ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Whisnu Hermawan dikutip di PMJ News pada Jumat, 12 November 2024.
Kendati begitu, Whisnu mengaku hingga saat ini pihanknya masih belum mendapat laporan soal temuan PPATK tersebut. Jadi dia belum bisa bicara lebih lanjut soal temuan tersebut.
Baca Juga: Anies Nilai Dialog Ekonomi Bersama Kadin Indonesia Begitu Bermanfaat, Anindya: Sangat Spesial
"Tapi (infomasi soal temuan PPATK itu) sampai sekarang saya belum dapat," ucapnya.
Artikel Terkait
Bali Perketat Pengawasan Penumpang India Usai KLB Virus Nipah Dikeluarkan
Bocah di Cisarua: Berdiri Menunggu Teman yang Tertimbun Longsor
Senandung Belajar Kembali di SDN 101305 Usah Terendam Banjir
Niscemi Terbelah: Longsor Raksasa Sisisia Ubah Permukiman Jadi Zona Merah