Kekuatan gerakan ini terletak pada kolaborasi yang luas. Pelaksanaannya melibatkan sejumlah kementerian seperti Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pendidikan Tinggi, bersama lembaga seperti BPKH, LAZISMU, dan berbagai mitra proyek serta swasta. Sinergi ini diperkuat oleh jaringan pengurus MLH di tingkat wilayah hingga ranting, yang menjadi motor penggerak di lapangan.
Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok, menegaskan esensi gerakan ini. "Ramadan adalah momentum strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Menjaga lingkungan bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari tanggung jawab keimanan. Karena itu, gerakan ini kami desain berbasis kolaborasi, tata kelola modern, dan dukungan kebijakan," jelasnya di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Menurut Djihad, dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci agar program tidak hanya simbolis. "Kami ingin memastikan setiap inisiatif memiliki dampak terukur, dapat direplikasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa Green Ramadan 1447 H dirancang sebagai gerakan terpadu. "Webinar Green Hajj dan Hutan Wakaf memperkuat landasan teologis, FGD Edu Forest menyusun desain implementatif, dan launching program menjadi langkah operasionalnya. Semua terhubung dalam satu ekosistem gerakan," ungkap Djihadul Mubarok.
Terkait peran teknologi, ia menekankan fungsi GreenMu.App sebagai alat penggerak. "Platform ini akan membantu memastikan setiap aksi tercatat, terukur, dan dapat dievaluasi. Dengan dukungan jejaring nasional Muhammadiyah serta kolaborator strategis, kami optimistis Green Ramadan menjadi titik tolak penguatan peradaban hijau yang inklusif dan berkeadilan," tuturnya.
Menegaskan Peran Agama dalam Krisis Ekologi
Melalui serangkaian agenda yang komprehensif ini, MLH PP Muhammadiyah kembali menegaskan posisinya. Gerakan Green Ramadan 1447 H tidak sekadar kampanye temporer, tetapi upaya sistematis untuk menghadirkan perspektif Islam sebagai solusi atas krisis lingkungan, dengan memadukan nilai keagamaan, kebijakan publik, dan inovasi teknologi untuk masa depan yang lebih lestari.
Artikel Terkait
Analis Prediksi IHSG Masih Rentan Koreksi, Soroti Level Support 6.846
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes, Evakuasi Diperkirakan 7 Jam Lumpuhkan Jalur
Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026
Buronan Narkoba The Doctor Ditangkap di Malaysia dalam Operasi Gabungan Polri-Interpol